KLIKINAJA – Pengelola wisata alam Danau Kaco di Desa Manjunto Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, resmi memberlakukan penutupan sementara bagi seluruh aktivitas pengunjung. Kebijakan ini di ambil melalui musyawarah Karang Taruna bersama unsur pemerintah desa sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan keselamatan wisatawan.
Danau Kaco di kenal sebagai salah satu destinasi unggulan Kerinci dengan airnya yang jernih dan jalur trekking alami di tengah kawasan hutan. Tingginya jumlah kunjungan dalam beberapa tahun terakhir di nilai memberi tekanan pada kondisi akses dan ekosistem sekitar danau.
Jalur Pendakian Dibersihkan, Akses Jalan Mulai Diperbaiki
Selama masa penutupan, pengelola akan melakukan pembersihan jalur menuju lokasi wisata yang selama ini kerap tertutup semak dan licin saat hujan. Perbaikan akses jalan juga menjadi fokus utama agar pengunjung dapat mencapai kawasan wisata dengan lebih aman dan nyaman.
Tak hanya infrastruktur, pemulihan lingkungan turut di lakukan. Area sekitar danau akan di tata ulang untuk menjaga kejernihan air serta keberlangsungan habitat alami yang menjadi daya tarik utama Danau Kaco.
Pengunjung Dilarang Masuk, Pelanggaran Akan Dikenai Sanksi
Seluruh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, di minta mematuhi kebijakan penutupan ini. Pengelola menegaskan bahwa aktivitas wisata tetap di larang sampai proses perbaikan dan pemulihan ekosistem selesai di lakukan.
Bagi pihak yang melanggar, sanksi akan di berlakukan sesuai kesepakatan desa. Langkah ini di anggap perlu untuk mencegah kerusakan lanjutan sekaligus memastikan upaya konservasi berjalan maksimal.
Pemerintah Desa Manjunto Lempur bersama Karang Taruna dan Badan Permusyawaratan Desa mengajak masyarakat mendukung kebijakan tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata Kerinci.
Danau Kaco selama ini menjadi magnet wisata berkat fenomena air yang tampak berkilau saat malam hari, serta suasana alam yang masih terjaga. Jika tidak di kelola dengan bijak, lonjakan wisatawan berpotensi mengganggu keseimbangan alam kawasan tersebut.
Penutupan sementara ini di harapkan menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar Danau Kaco tetap lestari sekaligus mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih berkualitas ke depan.
Keputusan resmi tersebut telah di tandatangani Ketua BPD Manjunto Lempur, Pelaksana Tugas Kepala Desa, serta Ketua Karang Taruna sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengelolaan wisata berbasis konservasi.(Tim)









