Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Surutnya permukaan air Danau Kerinci dalam beberapa pekan terakhir mulai terasa dampaknya bagi kehidupan warga sekitar. Aktivitas nelayan terganggu karena perairan semakin dangkal, sementara petani mengeluhkan berkurangnya pasokan air ke sawah dan ladang.

Kondisi tersebut mendorong DPRD Kabupaten Kerinci menggelar rapat dengar pendapat bersama pihak pengelola PLTA Hidro Merangin Kerinci pada Selasa (3/2). Forum itu digelar untuk menelusuri penyebab utama menyusutnya debit air sekaligus merespons keresahan masyarakat.

Warga yang menggantungkan hidup di sekitar danau merasakan perubahan cukup drastis. Beberapa titik yang biasanya menjadi jalur perahu kini mulai terlihat dasar lumpurnya. Di sisi lain, aliran air irigasi menuju lahan pertanian ikut melemah, memicu kekhawatiran gagal panen jika situasi berlarut.

Isu ini juga mendapat sorotan dari kalangan aktivis lingkungan. Ketua LSM Cakrawala Kerinci, Ruslan, meminta pihak PLTA membuka informasi secara jujur mengenai aktivitas operasional pembangkit.

“Mengeringnya Danau Kerinci sangat berdampak bagi nelayan dan petani. Kami berharap PLTA menyampaikan kondisi sebenarnya secara transparan,” ujarnya dalam forum tersebut.

Baca Juga :  Tarif Travel Jambi–Kerinci dan Padang–Kerinci Naik Jelang Mudik Lebaran

Menanggapi hal itu, Humas PLTA, Asroli, menjelaskan bahwa perusahaan sempat melakukan uji coba turbin pada periode 1 hingga 15 Januari 2026. Pada waktu bersamaan, wilayah Kerinci mengalami curah hujan yang lebih rendah dari biasanya.

Ia memaparkan bahwa berkurangnya hujan membuat aliran dari Sungai Batang Merao dan beberapa sungai penyangga yang bermuara ke danau ikut menurun. Faktor lain yang disebut berpengaruh adalah adanya rekayasa cuaca di wilayah Sumatera Barat yang berdampak pada pola hujan regional.

“Minimnya hujan membuat suplai air ke danau berkurang signifikan. Padahal secara iklim, Kerinci seharusnya masih berada dalam fase basah hingga awal Februari,” jelas Asroli.

Dari pihak legislatif, anggota DPRD Kerinci, Irwandi, menilai persoalan ini tidak bisa dilihat semata sebagai masalah lingkungan. Menurutnya, Danau Kerinci memiliki peran besar dalam menopang ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perikanan, pertanian, hingga pariwisata daerah.

“Danau Kerinci adalah sumber penghidupan sekaligus aset wisata. Kita harus benar-benar menelusuri akar persoalannya agar tidak terus berulang,” tuturnya.

Baca Juga :  Topan Bualoi Terjang Vietnam, 19 Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk melibatkan pakar hidrologi dan lingkungan guna menyusun kajian ilmiah. Pendekatan berbasis data di nilai penting agar solusi yang di ambil tidak bersifat sementara.

Sikap tegas turut di sampaikan Wakil Ketua DPRD Kerinci, Boy Edwar. Ia memastikan lembaga legislatif akan turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Setelah itu, kita rumuskan langkah nyata demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Fenomena surutnya danau ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air secara seimbang. Selain faktor alam, aktivitas manusia termasuk operasional pembangkit listrik perlu di awasi agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang bagi ekosistem dan ekonomi warga.

Jika tidak di tangani secara menyeluruh, penyusutan debit air di khawatirkan bisa mengganggu ketahanan pangan lokal sekaligus menurunkan daya tarik wisata Danau Kerinci, yang selama ini menjadi salah satu ikon alam Kabupaten Kerinci.(Tim)

Berita Terkait

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
Cuaca Jambi Saat Lebaran 2026 Diprediksi Berawan dan Hujan Ringan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:08 WIB

Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah

Berita Terbaru

Teknologi

Update Darurat Chrome: Google Tutup Celah Zero-Day Berbahaya

Jumat, 20 Mar 2026 - 17:00 WIB