KLIKINAJA – Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Tebo memperkuat langkah pengendalian harga pangan. Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, turun langsung menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang di pusatkan di kawasan Tanggo Rajo, Kelurahan Muara Tebo.
Program ini di gelar serentak di berbagai daerah sebagai respons atas kecenderungan naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. Pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar dan harga tidak melambung di pasaran.
Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadhan
Dalam sambutannya, Nazar Efendi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin masyarakat terbebani kenaikan harga saat memasuki bulan suci.
“Pemerintah daerah berkomitmen menjaga ketersediaan bahan pokok agar tetap aman dan harga tidak melonjak menjelang Ramadhan,” ujarnya.
Ia mengakui, permintaan bahan pangan hampir selalu meningkat menjelang Ramadhan. Jika pasokan tidak di kendalikan sejak awal, kondisi tersebut dapat memicu inflasi di tingkat daerah.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah langkah konkret untuk menekan inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi instrumen stabilisasi harga yang menyasar langsung masyarakat. Beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan sejumlah komoditas lain di jual dengan harga di bawah pasaran, sehingga memberi ruang napas bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.
Warga Padati Lokasi Sejak Pagi
Sejak pagi hari, warga sudah memadati area Tanggo Rajo. Antrean terlihat tertib, dengan masyarakat berburu bahan pokok yang di jual lebih murah di banding harga toko dan pasar tradisional.
Situasi ini mencerminkan tingginya kebutuhan sekaligus harapan warga terhadap program stabilisasi pangan. Banyak di antara mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan dalam jumlah cukup guna persiapan Ramadhan.
Secara nasional, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Langkah ini penting mengingat fluktuasi harga pangan kerap terjadi akibat peningkatan konsumsi rumah tangga, distribusi yang terganggu, atau faktor cuaca.
Di tingkat daerah, kolaborasi antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha menjadi kunci. Tanpa sinergi, intervensi harga sulit berdampak luas. Karena itu, kehadiran kepala daerah dalam kegiatan semacam ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengawasan langsung terhadap stabilitas pangan.
Pemerintah Kabupaten Tebo berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali hingga Ramadhan tiba. Dengan begitu, masyarakat dapat fokus menjalankan ibadah tanpa di hantui kekhawatiran lonjakan harga di pasar.(Tim)









