Gulai Tekuyung Jambi, Kuliner Tradisi yang Terawat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, JAMBI – Gulai tekuyung kembali menjadi sorotan sebagai salah satu makanan khas Jambi yang masih dipertahankan keberadaannya hingga kini. Hidangan berbahan dasar siput sungai ini banyak ditemukan di Kabupaten Merangin dan wilayah sekitar yang memiliki aliran sungai berbatu, tempat tekuyung mudah dijumpai.

Keunikan gulai tekuyung terletak pada cara pengolahannya yang memadukan rempah Nusantara dan cita rasa khas masyarakat Jambi. Tekuyung berwarna hitam dengan cangkang runcing ini dimasak menggunakan kunyit, serai, jahe, daun jeruk, santan, serta beragam bumbu halus yang menghasilkan rasa gurih pedas dengan sentuhan asam ringan.

Di daerah asalnya, gulai ini kerap hadir sebagai lauk rumahan maupun menu andalan di warung makan tradisional. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Merangin menjadikan gulai tekuyung sebagai pengalaman kuliner wajib, terutama bagi pencinta masakan berbahan laut dan sungai.

Baca Juga :  Jambi Perkuat Transformasi Digital Lewat Pembangunan Pusat Data Terintegrasi

Meski menjadi kuliner khas daerah, gulai tekuyung dapat diolah sendiri di rumah. Bahan utama dan bumbunya relatif mudah ditemukan, sementara proses memasaknya juga tergolong sederhana. Tekuyung biasanya dibersihkan terlebih dahulu, lalu dimasak melalui tahap menumis bumbu, menambahkan santan, hingga kuah gulai mengental dan meresap.

Bumbu halus gulai tekuyung umumnya terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, dan ketumbar. Aroma serai dan daun jeruk memberi sentuhan wangi yang menjadi ciri masakan Jambi. Tingkat kepedasan dapat disesuaikan dengan selera, menjadikannya hidangan fleksibel yang cocok dinikmati bersama nasi hangat.

Popularitas gulai tekuyung tidak hanya bertahan di Jambi, tetapi turut dikenal oleh penikmat kuliner Nusantara yang mencari cita rasa tradisional. Kehadiran hidangan ini dianggap sebagai bagian dari identitas masyarakat setempat, sekaligus bentuk penghargaan terhadap kekayaan alam sungai yang menjadi sumber kehidupan warga.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Siapkan Islamic Center sebagai Sentra Pendidikan dan Pengkajian Islam

Di tengah maraknya kuliner modern, gulai tekuyung menjadi bukti bahwa makanan tradisional tetap mampu bertahan dan menarik minat generasi baru. Selain menawarkan rasa yang unik, kuliner ini merepresentasikan budaya kuliner Jambi yang berakar kuat pada penggunaan rempah dan bahan alami.

Melestarikan gulai tekuyung berarti menjaga salah satu warisan kuliner yang menandai hubungan masyarakat Jambi dengan lingkungannya. Hidangan ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menjadi cerita tentang tradisi, cara hidup, dan kekayaan rasa yang membentuk identitas daerah.(Dea)

Berita Terkait

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Cuaca Jambi Saat Lebaran 2026 Diprediksi Berawan dan Hujan Ringan
Jalur Mudik Kerinci-Sungai Penuh Rawan Longsor, BPJN Siagakan Alat Berat
Mudik Lebaran 2026 Aman, Jambi Siapkan 22 Alat Berat
Lonjakan Kendaraan di Tol Betung -Tempino -Simpang Ness Capai 25 Persen Jelang Lebaran
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:00 WIB

Cuaca Jambi Saat Lebaran 2026 Diprediksi Berawan dan Hujan Ringan

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Teknologi

AI Ambil Alih Coding, Peran Programmer Kini Berubah

Sabtu, 21 Mar 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB