KLIKINAJA, JAMBI – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru oleh siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur kini memasuki tahap penanganan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Insiden yang sempat terekam video dan menyebar luas di media sosial itu memicu keprihatinan publik serta mendorong respons cepat dari berbagai pemangku kepentingan.
Laporan resmi telah di terima Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Muhammad Umar, menyatakan pihaknya akan segera menurunkan tim ke lapangan. Tim tersebut berasal dari Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta Bidang SMK untuk menggali fakta secara menyeluruh di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur.
Menanggapi laporan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menyatakan akan segera melakukan pendalaman. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, mengatakan pihaknya akan menurunkan tim dari Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama Bidang SMK ke SMKN 3 Tanjung Jabung Timur.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sekolah seharusnya menjadi tempat menimba ilmu dan nilai-nilai kebaikan, bukan ajang perdebatan yang berujung kekerasan,” ujar Umar.
Ia mengimbau seluruh warga sekolah agar bersikap bijak dan menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan. Terhadap pihak-pihak yang terlibat, Disdik akan melakukan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang. Koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi juga akan di lakukan terkait tindak lanjut pembinaan tersebut.
Hal senada di sampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis. Meski belum mengetahui secara detail akar permasalahan, ia mengaku prihatin atas insiden tersebut.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Semoga ke depan tidak terulang lagi. Saat ini saya sedang mengikuti rapat koordinasi di Jakarta,” katanya.
Sementara itu, pihak sekolah memastikan persoalan tersebut telah di tangani melalui proses mediasi dengan melibatkan unsur Forkopimcam Kecamatan Berbak, pihak sekolah, komite, guru, serta perwakilan siswa.
“Kami sudah melakukan mediasi bersama seluruh pihak terkait. Situasi saat ini sudah kondusif dan kegiatan belajar mengajar di SMKN 3 Tanjabtim berjalan normal,” ujar Ranto M, perwakilan sekolah.
Kapolsek Berbak, IPTU Hans Simangunsong, turut mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua siswa, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.
“Kami mengajak semua pihak tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang belum tentu benar. Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Kejadian ini juga menuai reaksi dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Tanjung Jabung Timur, Usman, menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan tidak dapat di benarkan.
“Tidak ada pembenaran, baik terhadap siswa yang mengeroyok guru maupun guru yang melakukan kekerasan fisik terhadap murid. Dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman, mendidik, dan beretika,” katanya.
Usman mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk turun langsung ke lapangan guna melihat secara utuh akar persoalan yang terjadi. Ia menilai langkah konkret, termasuk pendampingan psikolog, penting di lakukan agar penyelesaian masalah bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.
“Ini harus menjadi pembelajaran bersama agar persoalan di dunia pendidikan di selesaikan melalui dialog, pembinaan, dan pendekatan yang humanis,” pungkasnya.(Tim)









