KLIKINAJA – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi memastikan seluruh rangkaian persiapan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berjalan sesuai jadwal.
Kepala kantor wilayah, Wahyudi Abdul Wahab, mengungkapkan capaian pelunasan biaya perjalanan ibadah haji telah melampaui kuota yang tersedia tahun ini.
“Pelunasan sudah 109 persen. Sekarang sudah selesai proses MRTD atau scan paspor. Penyusunan kloter juga sudah rampung. Sekarang dalam tahap proses request visa yang akan di tutup 8 Februari,” jelasnya.
Kuota resmi jamaah haji Provinsi Jambi tercatat sebanyak 3.276 orang. Angka pelunasan melampaui target karena calon jamaah cadangan ikut menyelesaikan pembayaran.
Situasi ini menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat Jambi untuk menunaikan rukun Islam kelima setelah beberapa tahun terakhir mengalami pembatasan jumlah jamaah.
Proses Visa Masuk Tahap Krusial
Setelah pengajuan visa rampung, seluruh dokumen perjalanan jamaah akan masuk tahap finalisasi.
“Setelah visa parah jamaah keluar nantinya, kemudian akan di download dan di print out lalu di gabungkan dengan paspor,” terangnya.
Tahap administrasi ini menjadi kunci sebelum koper jamaah benar-benar bergerak menuju asrama haji. Kelengkapan dokumen menjadi syarat utama agar proses imigrasi di Arab Saudi berjalan lancar.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan keterlambatan visa sering menjadi hambatan. Tahun ini, pihak Kanwil Kemenhaj Jambi berupaya menutup seluruh celah kendala sejak jauh hari.
Manasik Dimulai Lebih Awal, Kloter Berangkat Mei
Bimbingan manasik haji akan berlangsung lebih cepat di banding tahun lalu. Rangkaian pertama akan di gelar di wilayah Muaro Jambi sebelum berlanjut ke Kota Jambi.
“Ini sudah dalam tahap krusial. Kemudian di awal Februari pada tanggal 3 atau 4 kita akan mulai bimbingan manasik haji tapi di mulai di Muaro Jambi dulu. Di kota Insya Allah tanggal 5-6,” ungkap Wahyudi.
Untuk jadwal keberangkatan, jamaah Jambi kloter pertama tergabung dalam BTH 13 yang akan terbang menuju Tanah Suci pada 5 Mei 2026.
“Kemudian kloter berikutnya tergabung dalam gelombang kedua yang akan berangkat tanggal 11 Mei, berurutan selanjutnya 13, 15, 16, 17, 18, 19 sampai terakhir 22 Mei,” paparnya.
Ia menegaskan seluruh tahapan persiapan berjalan lebih cepat di bandingkan tahun sebelumnya.
“Bahkan lebih cepat dari rencana. Contoh proses pengajuan request visa di targetkan terakhir 31 Januari, pada tanggal 30 telah di selesaikan. Kemudian proses bimbingan manasik yang tahun lalu di lakukan pasca Lebaran sekarang insya Allah sebelum Ramadan, jadi lebih cepat. Tidak ada kendala Insya Allah,” tandasnya.
Percepatan tahapan ini memberi ruang lebih longgar bagi jamaah untuk mempersiapkan fisik, mental, serta perlengkapan ibadah. Bimbingan manasik yang di mulai lebih awal juga membantu calon jamaah memahami teknis ibadah sejak dini.
Pengelola haji di daerah berharap pola persiapan cepat ini bisa menjadi standar baru untuk musim haji berikutnya. Dengan administrasi rampung jauh hari, fokus utama dapat di arahkan pada kesehatan jamaah dan kualitas pelayanan selama di Tanah Suci.(Tim)









