KLIKINAJA – Harga emas perhiasan di pasar domestik bergerak variatif pada Kamis pagi, 12 Februari 2026. Tiga jaringan ritel besar menunjukkan respons berbeda terhadap dinamika pasar.
Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi memilih mempertahankan harga di seluruh atau sebagian besar kadar karat. Sementara Laku Emas menurunkan tarif Rp1.000 per gram pada sejumlah varian.
Kondisi ini terjadi di tengah fluktuasi harga emas global dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Permintaan dari industri perhiasan internasional serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas turut memengaruhi sentimen pelaku pasar di dalam negeri.
Raja Emas Indonesia tidak mengubah banderolnya. Untuk kadar 24 karat, harga di patok Rp2.480.000 per gram. Varian 23 karat berada di Rp2.145.000 dan 22 karat Rp2.052.000 per gram.
Kadar 21 karat di jual Rp1.958.000, sedangkan 20 karat Rp1.867.000. Selanjutnya, 19 karat berada di Rp1.772.000, 18 karat Rp1.680.000, 17 karat Rp1.586.000, serta 16 karat Rp1.491.000 per gram. Untuk kadar 15 karat hingga 12 karat, harga masing-masing tercatat Rp1.402.000, Rp1.305.000, Rp1.212.000, dan Rp1.123.000 per gram.
Laku Emas Turunkan Sejumlah Kadar
Berbeda dari dua kompetitornya, Laku Emas melakukan koreksi ringan. Produk 24 karat kini di jual Rp2.489.000 per gram, turun Rp1.000. Harga 23 karat menjadi Rp2.161.000 dan 22 karat Rp2.067.000 per gram.
Untuk 21 karat, tarif tercatat Rp1.976.000 dan 20 karat Rp1.881.000 per gram. Kadar 19 karat di banderol Rp1.785.000, sementara 18 karat tetap Rp1.690.000. Varian 17 karat turun menjadi Rp1.594.000 per gram.
Pada kadar 16 karat, angka bertahan di Rp1.499.000. Lalu 15 karat berada di Rp1.405.000, 14 karat Rp1.310.000, 13 karat Rp1.217.000, dan 12 karat Rp1.121.000 per gram.
Hartadinata Abadi Jaga Stabilitas Harga
Hartadinata Abadi mempertahankan harga di seluruh lini produknya. Emas perhiasan 22 karat di pasarkan Rp2.987.000 per gram. Untuk 20 karat, harga berada di Rp2.763.000, sedangkan 16 karat mencapai Rp2.291.000 per gram.
Segmen kadar rendah juga tidak berubah. Varian 9 karat dijual Rp1.526.000 dan 6 karat Rp1.189.000 per gram.
Pergerakan yang relatif tipis dalam satu hari menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi. Kenaikan harga emas dunia dalam beberapa pekan terakhir memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan margin, namun sebagian memilih menjaga daya beli konsumen dengan menahan tarif.
Bagi masyarakat yang ingin membeli perhiasan untuk kebutuhan jangka panjang atau investasi, selisih kecil tetap layak di perhitungkan, terutama saat membeli dalam jumlah besar. Di sisi lain, pedagang juga memantau volatilitas global agar dapat menjaga keseimbangan antara stok, permintaan, dan risiko harga.
Situasi pasar seperti ini menuntut konsumen lebih cermat membaca momentum. Memantau tren beberapa hari sebelum transaksi dapat membantu menentukan waktu terbaik, baik untuk menambah koleksi maupun melepas kepemilikan.(Tim)









