KLIKINAJA – Pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik pada Selasa, 27 Januari 2026, menunjukkan arah yang relatif terkendali. Sejumlah pelaku usaha mempertahankan banderol di level sebelumnya, sementara sebagian lain mulai menyesuaikan harga seiring perubahan pasar global.
Pantauan dari tiga distributor besar — Raja Emas Indonesia, Laku Emas (CMK Group), dan Hartadinata Abadi memperlihatkan selisih harga antar penjual berdasarkan kadar karat. Ada produk yang mengalami kenaikan ringan, namun tak sedikit pula yang masih di tahan agar tetap kompetitif di mata konsumen.
Kondisi ini terjadi di tengah fluktuasi harga emas dunia yang terus bergerak mengikuti sentimen ekonomi global. Perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut memengaruhi struktur biaya perdagangan emas dalam negeri.
Pasar Emas Perhiasan Bergerak Terkendali di Tengah Fluktuasi Global
Raja Emas Indonesia menjadi salah satu penjual yang memilih menjaga stabilitas harga. Hampir seluruh kategori emas perhiasan tidak mengalami perubahan, kecuali emas 22 karat yang naik tipis sebagai penyesuaian terhadap harga bahan baku.
Untuk hari ini, emas 24 karat dibanderol Rp2.470.000 per gram, di susul 23 karat Rp2.143.000. Emas 22 karat berada di angka Rp2.049.000, sementara 21 karat Rp1.957.000. Kadar di bawahnya berkisar dari Rp1,8 jutaan hingga Rp1,1 jutaan per gram, tergantung tingkat kemurnian.
Laku Emas Lakukan Penyesuaian Harga Serentak di Semua Kadar
Berbeda dengan itu, Laku Emas justru melakukan penyesuaian serentak di seluruh kategori. Kenaikan harga tercatat mulai dari puluhan ribu rupiah per gram, mencerminkan respons cepat terhadap lonjakan permintaan dan pergerakan harga emas murni.
Emas 24 karat di Laku Emas kini dijual Rp2.463.000 per gram, di ikuti 23 karat Rp2.138.000 dan 22 karat Rp2.045.000. Untuk kadar menengah hingga rendah, harga bergerak di kisaran Rp1,9 juta hingga Rp1,1 juta per gram.
Hartadinata Abadi Pertahankan Harga Demi Stabilitas Daya Beli
Sementara itu, Hartadinata Abadi memilih mempertahankan harga tanpa perubahan. Emas 22 karat masih berada di Rp2.789.000 per gram, 20 karat Rp2.735.000, dan kadar lain mulai dari Rp2,4 juta hingga Rp1,2 juta per gram.
Langkah ini kerap di ambil untuk menjaga minat beli di tengah pasar yang sensitif terhadap kenaikan harga.
Faktor Global dan Pola Konsumen Masih Jadi Penentu Arah Harga
Perbedaan banderol antar penjual bukan hal baru dalam industri emas perhiasan. Setiap perusahaan memiliki biaya produksi, distribusi, serta strategi margin yang berbeda. Faktor eksternal seperti pergerakan emas internasional, nilai tukar rupiah, hingga kebijakan bank sentral ikut membentuk harga di tingkat ritel.
Permintaan musiman juga memberi tekanan tersendiri. Menjelang periode pernikahan atau momen perayaan besar, transaksi emas perhiasan biasanya meningkat dan mendorong penyesuaian harga lebih cepat.
Bagi konsumen, membandingkan harga harian, memperhatikan kadar karat, serta menghitung ongkos pembuatan menjadi langkah yang membantu memperoleh nilai terbaik. Dalam jangka panjang, emas perhiasan tetap di minati sebagai aset bernilai sekaligus penunjang gaya hidup.(Tim)









