KLIKINAJA – Awal Februari 2026 dibuka dengan koreksi lanjutan pada pasar emas perhiasan. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, harga emas di sejumlah gerai besar kembali bergerak turun setelah sehari sebelumnya juga mengalami pelemahan.
Situasi ini langsung menyedot perhatian konsumen yang tengah mempertimbangkan pembelian maupun pemilik emas yang memantau nilai asetnya.
Bagi banyak keluarga, emas perhiasan bukan hanya penunjang penampilan. Logam mulia ini kerap di jadikan cadangan nilai yang mudah dicairkan ketika di butuhkan. Karena itu, setiap perubahan harga, bahkan dalam hitungan puluhan ribu rupiah, sering kali memengaruhi keputusan pasar.
Tren penurunan yang terjadi beberapa hari terakhir membuka peluang bagi pembeli untuk mendapatkan harga lebih ringan. Namun, memahami detail pergerakan harga di masing-masing toko tetap menjadi langkah awal agar transaksi tidak berujung penyesalan.
Harga Emas di Raja Emas Indonesia Tertekan
Pantauan pada Sabtu pagi menunjukkan hampir seluruh kadar emas perhiasan di Raja Emas Indonesia mengalami penyesuaian turun. Kadar tertinggi, emas 24 karat, kini dipatok di kisaran Rp 2.320.000 per gram, atau terkoreksi sekitar Rp 80.000 di bandingkan hari sebelumnya.
Rincian harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia sebagai berikut:
24 karat: Rp 2.320.000
23 karat: Rp 2.040.000
22 karat: Rp 1.950.000
21 karat: Rp 1.863.000
20 karat: Rp 1.774.000
19 karat: Rp 1.684.000
18 karat: Rp 1.597.000
17 karat: Rp 1.508.000
16 karat: Rp 1.418.000
15 karat: Rp 1.331.000
14 karat: Rp 1.242.000
13 karat: Rp 1.153.000
12 karat: Rp 1.065.000
Pola ini mencerminkan pasar yang masih berada dalam fase penyesuaian jangka pendek, seiring dinamika harga emas internasional.
Lakuemas Ikut Koreksi, Selisih Harga Masih Terlihat
Kondisi serupa terjadi di Lakuemas. Harga emas perhiasan 24 karat (99 persen) tercatat di angka Rp 2.356.000 per gram, turun sekitar Rp 59.000 dari posisi sebelumnya.
Berikut daftar harga emas perhiasan di Lakuemas:
24 karat (99%): Rp 2.356.000
23 karat: Rp 2.045.000
22 karat: Rp 1.955.000
21 karat: Rp 1.870.000
20 karat: Rp 1.779.000
19 karat: Rp 1.689.000
18 karat: Rp 1.598.000
17 karat: Rp 1.508.000
16 karat: Rp 1.417.000
15 karat: Rp 1.329.000
14 karat: Rp 1.239.000
13 karat: Rp 1.151.000
12 karat: Rp 1.060.000
Perbedaan harga antar-gerai masih terlihat, sehingga konsumen di sarankan membandingkan sebelum membeli, terutama untuk pembelian dalam jumlah gram yang cukup besar.
Apa yang Mendorong Harga Terus Melemah?
Harga emas perhiasan bergerak mengikuti kombinasi beberapa faktor utama. Salah satunya adalah fluktuasi harga emas global yang belakangan cenderung bergerak tidak stabil. Ketika harga emas dunia terkoreksi, dampaknya cepat terasa di pasar domestik.
Faktor lain datang dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah yang relatif menguat dapat menekan harga emas di dalam negeri, sementara pelemahan kurs berpotensi mendorong harga kembali naik. Di sisi lain, pola permintaan masyarakat juga ikut berpengaruh.
Saat tidak ada lonjakan kebutuhan, seperti menjelang musim pernikahan atau hari besar keagamaan, harga cenderung lebih mudah terkoreksi.
Bagi calon pembeli, kondisi ini bisa di manfaatkan dengan pendekatan bertahap, bukan sekaligus. Sementara bagi pemilik emas, penurunan jangka pendek masih kerap di pandang sebagai bagian dari siklus pasar, bukan sinyal pelemahan nilai emas secara fundamental.(Tim)









