KLIKINAJA – Pergerakan harga emas perhiasan kembali menjadi sorotan di pasar domestik. Lonjakan pada sejumlah kadar membuat masyarakat yang berencana membeli ataupun melepas koleksi emas mulai aktif memantau pembaruan harga.
Data terbaru menunjukkan, harga emas perhiasan di tentukan oleh kadar kemurniannya. Semakin tinggi kandungan emas murni di dalamnya, semakin mahal pula nilai jual per gram di pasaran.
Untuk hari ini, emas 24 karat (24K) dengan tingkat kemurnian sekitar 99 persen di banderol Rp2.560.000 per gram, menjadi level tertinggi di banding kadar lainnya.
Emas 23K menyusul di angka Rp2.224.000 per gram, sedangkan 22K di pasarkan seharga Rp2.126.000 per gram. Kadar 22K kerap di minati karena menawarkan kombinasi kilau dan kekuatan yang relatif seimbang.
Harga 21K tercatat Rp2.033.000 per gram, sementara 20K berada di posisi Rp1.935.000 per gram.
Untuk kadar 19K, harga hari ini mencapai Rp1.837.000 per gram. Adapun 18K, yang populer untuk model perhiasan modern dan harian, di jual Rp1.738.000 per gram.
Di kategori berikutnya, rincian harga tercatat sebagai berikut:
17K: Rp1.640.000 per gram
16K: Rp1.542.000 per gram
15K: Rp1.446.000 per gram
14K: Rp1.348.000 per gram
13K: Rp1.252.000 per gram
12K: Rp1.154.000 per gram
11K: Rp1.055.000 per gram
10K: Rp959.000 per gram
9K: Rp861.000 per gram
Mengapa Harga Berbeda di Setiap Kadar?
Selisih harga antar kadar bukan sekadar angka. Komposisi emas murni menjadi faktor utama yang membedakan nilainya. Emas 24K memiliki kandungan paling tinggi, sementara kadar di bawahnya di campur dengan logam lain seperti perak atau tembaga untuk meningkatkan ketahanan.
Campuran tersebut membuat emas kadar menengah hingga rendah lebih kuat dan tidak mudah berubah bentuk. Itu sebabnya perhiasan sehari-hari umumnya menggunakan kadar 18K hingga 22K agar tetap awet meski di pakai dalam aktivitas rutin.
Perlu di pahami juga, harga di setiap toko bisa berbeda. Biaya produksi, desain, hingga ongkos pengerjaan turut memengaruhi harga jual akhir. Konsumen sebaiknya menanyakan detail potongan harga, biaya pembuatan, serta nilai buyback sebelum bertransaksi.
Strategi Membeli Emas: Investasi atau Gaya?
Bagi sebagian orang, emas bukan hanya aksesori, melainkan instrumen lindung nilai. Kadar tinggi seperti 24K cenderung di pilih untuk tujuan investasi jangka panjang karena kandungan emasnya lebih dominan dan lebih mudah di hitung nilai intrinsiknya.
Di sisi lain, kadar menengah seperti 18K hingga 22K lebih fleksibel untuk kebutuhan fesyen. Desainnya variatif, kuat di gunakan sehari-hari, dan tetap memiliki nilai jual kembali yang kompetitif.
Pergerakan harga emas juga di pengaruhi dinamika global, termasuk harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika terjadi gejolak ekonomi atau ketidakpastian pasar, permintaan emas biasanya meningkat sehingga ikut mendorong harga.
Karena itu, memantau tren harga secara berkala menjadi langkah bijak sebelum memutuskan membeli atau menjual. Dengan memahami perbedaan kadar serta tujuan kepemilikan, masyarakat dapat menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.(Tim)









