KLIKINAJA – Harga emas perhiasan di pasar ritel nasional kembali bergerak naik pada Kamis, 5 Februari 2026. Dua pemain besar, yakni Raja Emas Indonesia dan Lakuemas, sama-sama mencatatkan penguatan harga hampir di seluruh kadar emas.
Pantauan pada pukul 04.30 WIB menunjukkan tren kenaikan ini bukan terjadi sehari dua hari. Sejak memasuki awal Februari 2026, harga emas perhiasan terus menanjak dengan akumulasi kenaikan berkisar Rp 87.000 hingga Rp 140.000 per gram. Lonjakan tersebut cukup terasa, baik bagi pembeli ritel maupun pemilik emas lama yang memantau momentum jual.
Pergerakan ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai, terutama ketika kondisi ekonomi global masih di bayangi ketidakpastian.
Harga Raja Emas Indonesia Melonjak Paling Tajam
Di jaringan Raja Emas Indonesia, lonjakan paling mencolok terjadi pada emas perhiasan kadar 24 karat. Harga per gram kini menembus Rp 2.430.000, naik drastis dari posisi sebelumnya Rp 2.290.000.
Kenaikan Rp 140.000 dalam waktu singkat mempertegas kuatnya tekanan permintaan di pasar ritel. Meski demikian, tidak semua kadar bergerak identik. Beberapa tingkat karat mengalami penyesuaian lebih moderat, mencerminkan pasar yang mulai selektif.
Rincian harga hari ini antara lain:
24 karat Rp 2.430.000, 23 karat Rp 2.129.000, 22 karat Rp 2.036.000, 21 karat Rp 1.945.000, hingga 12 karat di Rp 1.112.000 per gram.
Bagi pemilik emas lama, posisi harga saat ini mulai di anggap menarik untuk melepas sebagian aset, terutama untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek.
Lakuemas Kompak Naik di Seluruh Kadar
Kenaikan serupa juga terlihat di Lakuemas. Seluruh kadar emas perhiasan tercatat bergerak naik tanpa pengecualian.
Untuk emas 24 karat dengan kadar 99 persen, harga kini berada di Rp 2.455.000 per gram, naik Rp 87.000 di banding hari sebelumnya. Kadar lain mengikuti tren yang sama, mulai dari 23 karat di Rp 2.132.000 hingga 12 karat di Rp 1.106.000 per gram.
Kondisi ini menegaskan bahwa penguatan bukan hanya fenomena di satu penyedia, melainkan mencerminkan sentimen positif yang merata di pasar emas ritel nasional.
Dampak Kenaikan bagi Pembeli dan Penjual
Reli harga yang terjadi beberapa hari beruntun memberi sinyal ganda bagi masyarakat.
Bagi penjual emas lama, fase penguatan seperti ini kerap dimanfaatkan untuk merealisasikan keuntungan atau memenuhi kebutuhan dana mendesak.
Sementara bagi pembeli baru, lonjakan cepat biasanya menuntut kehati-hatian. Dalam sejarah pergerakan emas ritel, kenaikan tajam sering di ikuti periode konsolidasi harga sebelum arah tren kembali terbentuk.
Sejumlah pedagang emas menilai permintaan masih cukup solid, terutama menjelang musim kebutuhan konsumsi rumah tangga. Jika tekanan global dan minat domestik tetap tinggi, harga emas perhiasan masih berpeluang melanjutkan penguatan meski dengan fluktuasi harian yang lebih aktif.(Tim)









