Harga Kelapa Anjlok di Tanjabtim, Cuaca Ekstrem Tekan Panen Petani

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Tekanan cuaca ekstrem kembali mengguncang sektor perkebunan rakyat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dalam beberapa pekan terakhir, petani menghadapi realitas pahit ketika harga kelapa dalam merosot tajam, sementara komoditas pinang belum menunjukkan tanda pemulihan.

Curah hujan tinggi yang di sertai angin kencang membuat banyak tanaman tidak berproduksi optimal. Buah kelapa yang seharusnya siap panen justru rusak di pohon, sementara kualitas pinang ikut terdampak.

Harga Kelapa Merosot, Petani Kian Tertekan

Di tingkat petani, kelapa dalam kini hanya dihargai sekitar Rp3.200 per kilogram. Angka itu turun jauh dari beberapa waktu lalu yang sempat menembus Rp4.700 per kilogram.

Penurunan ini sejalan dengan menyusutnya hasil panen akibat musim pancaroba yang memicu kerusakan buah atau yang oleh petani di kenal sebagai kondisi “trek”.

Mujiono, petani kelapa yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari komoditas ini, menyebut situasi sekarang cukup berat bagi keluarganya.

Baca Juga :  90 Ribu Peserta PBI BPJS Kesehatan Jambi Dinonaktifka, Ini Alasan dan Cara Reaktivasi

“Panen memang sedang seret dan harga ikut turun, tapi kami tetap bersyukur. Mudah-mudahan cuaca segera membaik dan hasil kebun kembali normal,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini banyak petani terpaksa menunda perawatan kebun karena biaya produksi tidak sebanding dengan hasil penjualan.

Harga Pinang Stagnan, Mutu Jadi Kunci

Sementara itu, harga pinang masih bertahan di kisaran Rp22.000 per kilogram. Meski tidak ikut anjlok, kestabilan tersebut sangat di pengaruhi kualitas hasil panen.

“Kalau pinangnya bagus dan kering sempurna, harganya tetap. Tapi begitu kualitas turun karena hujan atau angin, nilainya langsung ikut merosot,” jelas Mujiono.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat banyak buah sulit mencapai tingkat kematangan ideal. Dampaknya bukan hanya pada kuantitas panen, tetapi juga nilai jual di pasaran.

Stok Menipis, Harga Mudah Berubah

Dari sisi pengepul, fluktuasi harga di picu pasokan yang belum kembali normal. Anggi, pedagang pengumpul kelapa di Kecamatan Sabak Timur, menyebut hasil kiriman dari petani terus berkurang dalam beberapa minggu terakhir.

Baca Juga :  KPK Ingatkan Risiko Jual Beli Jabatan ASN di Jambi

“Panen belum normal, jadi pasokan sedikit. Kalau stok terbatas seperti ini, harga gampang naik turun tergantung permintaan pasar,” katanya.

Ia berharap kondisi cuaca segera bersahabat agar produksi kembali stabil. Dengan volume panen yang membaik, pergerakan harga di nilai bisa lebih terkendali dan memberi ruang napas bagi petani.

“Kalau hasil kebun membaik, semoga harga juga tidak terus jatuh. Petani sangat bergantung pada ini,” pungkasnya.

Fluktuasi harga akibat iklim ekstrem bukan kali pertama terjadi di wilayah pesisir Jambi ini. Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan pola cuaca kerap memukul komoditas perkebunan rakyat.

Tanpa sistem perlindungan harga dan dukungan adaptasi pertanian yang lebih kuat, petani akan terus berada di posisi rentan setiap kali cuaca berubah drastis.(Tim)

Berita Terkait

Pertemuan Kepala Daerah Jambi Barat Disorot, Arah Pilgub 2029 
Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melonjak, Warga Soroti Distribusi
Sampah Lebaran di Kota Jambi Naik 10 Persen, DLH Tambah Armada
Program Penataan Kawasan Kumuh 2026, Tanjabtim Dapat Prioritas Pusat
Jalan Renah Pemetik Belum Diperbaiki, Warga Sindir Gubernur dan Bupati Monadi
BBM Subsidi Disedot PETI, Gubernur Jambi Ancam Tindak Tegas
128 Warga Binaan Rutan Sungai Penuh Terima Remisi Idul Fitri 2026, Didominasi Kasus Narkotika
Usulan Ganti Nama Kota Sungai Penuh Jadi Kota Kerinci Tuai Pro dan Kontra
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:25 WIB

Pertemuan Kepala Daerah Jambi Barat Disorot, Arah Pilgub 2029 

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00 WIB

Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melonjak, Warga Soroti Distribusi

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:00 WIB

Sampah Lebaran di Kota Jambi Naik 10 Persen, DLH Tambah Armada

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:00 WIB

Program Penataan Kawasan Kumuh 2026, Tanjabtim Dapat Prioritas Pusat

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jalan Renah Pemetik Belum Diperbaiki, Warga Sindir Gubernur dan Bupati Monadi

Berita Terbaru