Momen Langka: Dua Harimau Sumatera Muncul di Kamera Pemantauan Berbak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Dua ekor harimau Sumatera tertangkap kamera jebak saat beraktivitas di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Rekaman tersebut menjadi bagian dari pemantauan rutin pengelola taman nasional untuk membaca dinamika populasi kucing besar di habitat alaminya.

Pemantauan kali ini difokuskan pada sebagian wilayah jelajah harimau di Berbak. Meski kamera berhasil merekam keberadaan individu, pihak balai belum menarik kesimpulan mengenai jumlah populasi secara keseluruhan karena data perjumpaan yang masih terbatas.

Pemantauan Berbasis Grid untuk Membaca Pergerakan Harimau

Kepala Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Yunaidi, menjelaskan bahwa pada tahun ini pihaknya memasang 15 petak pemantauan berbentuk grid berukuran 3×3 kilometer persegi. Grid tersebut di tempatkan di area yang selama ini di kenal sebagai jalur pergerakan harimau.

Secara keseluruhan, terdapat tiga lokasi monitoring aktif. Satu berada di kawasan Berbak, sementara dua lainnya berada di wilayah Sembilang, yakni di Ngirawan Benu dan Bungin Sembilang. Ketiga titik tersebut menjadi area kunci untuk memantau keberadaan harimau di bentang alam rawa dan hutan pesisir.

Baca Juga :  6 Rekomendasi Hotel Bintang 3 di Malioboro dengan Tarif Mulai Rp200 Ribuan

Upaya pemantauan ini bukan hal baru. Sejak 2007, kamera jebak dan survei lapangan rutin di gunakan untuk membaca tren populasi harimau Sumatera. Dalam rentang waktu tersebut, populasi di kawasan Berbak terpantau relatif stabil pada satu dekade awal sebelum mulai mengalami penurunan pada periode berikutnya.

Fluktuasi Populasi Dipengaruhi Mangsa dan Gangguan Alam

Data kepadatan harimau menunjukkan perubahan cukup signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2010, kepadatan tercatat sekitar 1,02 individu per 100 kilometer persegi, meningkat menjadi 1,2 individu pada 2015 dan kembali naik menjadi 1,46 individu pada 2018.

Memasuki 2020, kepadatan turun tajam menjadi 0,53 individu per 100 kilometer persegi. Namun pada 2021, hasil pemantauan justru menunjukkan lonjakan dengan kepadatan mencapai 1,69 individu per 100 kilometer persegi.

Kenaikan pada periode 2010 hingga 2018 dinilai sebagai sinyal positif. Indikasi tersebut di perkuat oleh temuan foto harimau betina dalam kondisi bunting serta rekaman anak harimau, yang menandakan proses reproduksi masih berlangsung di alam.

Baca Juga :  Laka Tragis di Kerinci, Dua Sepeda Motor Bertabrakan, Satu Korban Tewas di Lokasi

Yunaidi menegaskan, penurunan pada 2020 tidak serta-merta mencerminkan berkurangnya populasi. Pada 2021, tim mencatat perjumpaan dengan 18 individu harimau yang terdeteksi di 23 grid dari total 51 grid pemantauan. Beberapa di antaranya merupakan individu baru yang sebelumnya belum pernah terekam.

Pemantauan berlanjut pada 2022 dengan kepadatan sekitar 0,66 individu per 100 kilometer persegi. Penurunan ini diduga berkaitan dengan berkurangnya satwa mangsa, terutama babi hutan, sehingga harimau berpindah sementara ke wilayah lain untuk mencari sumber makanan.

Selain faktor mangsa, waktu pelaksanaan survei juga memengaruhi hasil. Pemantauan pada 2020 di lakukan sekitar tiga bulan setelah kebakaran hutan melanda kawasan Berbak, yang memungkinkan harimau menjauh sementara dari lokasi pemantauan sehingga tidak seluruhnya tertangkap kamera.(Tim)

Berita Terkait

Sidang Korupsi PJU Kerinci Bongkar Fee 15 Persen Mengalir ke Sekwan DPRD
Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing
Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026
Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi
Bupati Kerinci Hadiri Rakornas 2026 di Sentul
Pemkab Merangin Salurkan 1.700 Paket Perlengkapan Sekolah Gratis
Harga Kelapa Anjlok di Tanjabtim, Cuaca Ekstrem Tekan Panen Petani
Permukaan Danau Kerinci Menyusut Tajam, Nelayan Terjepit dan DPRD Panggil PLTA
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:00 WIB

Sidang Korupsi PJU Kerinci Bongkar Fee 15 Persen Mengalir ke Sekwan DPRD

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:00 WIB

Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:00 WIB

Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Bupati Kerinci Hadiri Rakornas 2026 di Sentul

Berita Terbaru