KLIKINAJA, KERINCI – Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci. Salah satu langkah yang kini kembali mendapat perhatian adalah optimalisasi Jalur Lingkar Barat, jalur alternatif yang di siapkan sebagai akses penyelamatan warga di kawasan rawan bencana.
Jalur Lingkar Barat bukan proyek baru. Rute ini mulai di rintis sejak 2011 dan membentang sekitar 60 kilometer, menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Kayu Aro Barat, mulai dari Belui Tinggi, Air Terjun, Siulak Kecil, Sungai Gelampeh, hingga Batu Hampar. Jalur tersebut di rancang menembus wilayah perbukitan yang selama ini minim akses alternatif.
Jalur Strategis Penyelamat Warga Rawan Bencana
Keberadaan jalur ini menjadi krusial ketika bencana alam terjadi. Saat longsor, banjir, atau gempa memutus jalur utama, Lingkar Barat di harapkan dapat menjadi jalur penyelamatan bagi warga sekaligus akses masuk bagi petugas dan bantuan logistik.
Di luar situasi darurat, jalur ini juga berfungsi sebagai penghubung antarwilayah. Mobilitas warga tetap terjaga, terutama saat cuaca ekstrem membuat akses utama sulit di lalui. Fungsi ganda inilah yang membuat Lingkar Barat di nilai strategis dalam jangka panjang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kerinci, Maya Novefbri, menyampaikan bahwa penguatan jalur evakuasi tersebut merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana yang di siapkan pemerintah daerah secara bertahap.
“Jalur ini kita harapkan mampu mempercepat proses evakuasi warga sekaligus memudahkan distribusi bantuan ketika bencana melanda wilayah Kerinci. Akses yang memadai di nilai menjadi faktor penentu dalam menekan dampak korban maupun kerusakan,” katanya.
Rencana Lingkar Timur Lengkapi Akses Evakuasi
Tak hanya berfokus di wilayah barat, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan rencana pengembangan Jalur Lingkar Timur. Rute ini di rancang menghubungkan Desa Tanjung Tanah, Danau Tinggi, Koto Tuo hingga Sungai Tanduk sebagai jalur pendukung evakuasi dan distribusi logistik.
Penguatan jaringan jalur evakuasi tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam membangun sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh. Dengan infrastruktur yang saling terhubung, keselamatan masyarakat di harapkan dapat lebih terlindungi saat kondisi darurat terjadi.(Tim)









