TPP ASN Sarolangun Disorot, Sekda Jelaskan Kondisi APBD 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Desember 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Ramainya keluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bulan Desember 2025 kembali mengundang perhatian publik.

Isu tersebut kemudian mendapat respons langsung dari Sekretaris Daerah Sarolangun, Muhammad Arief.

TPP Telah di Bayarkan Hingga 13 Kali

Menurut Arief, hingga akhir tahun anggaran, Pemkab Sarolangun telah menyalurkan TPP sebanyak 13 kali. “Pembayaran ini tidak hanya mencakup TPP bulanan, tetapi juga TPP yang melekat pada gaji ke-13 serta TPP yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan anak atau gaji ke-14,” ujar Sekda, Arief.

Baca Juga :  Patroli Terpadu TNBS Musnahkan Sawit Ilegal Seluas 98 Hektare

Ia menjelaskan, perhitungan itu kerap luput dari perhatian sebagian ASN, sehingga muncul anggapan pembayaran TPP hanya berlangsung 11 atau 12 bulan.

“Padahal, kebijakan pembayaran di lakukan dengan mengacu pada ketentuan dan kemampuan fiskal daerah,” ungkapnya.

Defisit Anggaran Jadi Pertimbangan Utama

Di sisi lain, Arief tak menampik kondisi keuangan daerah pada APBD 2025 tengah menghadapi tekanan. “Defisit anggaran Sarolangun saat ini berada di kisaran Rp70 hingga Rp72 miliar, angka yang menuntut kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan belanja daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Komisi Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie Jadi Ketua

Ia menambahkan, jika pemerintah daerah memaksakan pembayaran TPP ke-14 dengan kebutuhan anggaran lebih dari Rp7 miliar, hal itu justru berisiko memperlebar defisit. Atas dasar itulah, opsi tersebut belum dapat di realisasikan dalam situasi fiskal saat ini.

Arief berharap ASN di lingkungan Pemkab Sarolangun dapat memahami kondisi yang sedang di hadapi daerah. “Beberapa wilayah lain, pembayaran TPP bahkan hanya di lakukan selama 12 bulan, sepenuhnya di sesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing pemerintah daerah,”pungkasnya.(Tim)

Berita Terkait

Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing
Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026
Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi
Bupati Kerinci Hadiri Rakornas 2026 di Sentul
Pemkab Merangin Salurkan 1.700 Paket Perlengkapan Sekolah Gratis
Harga Kelapa Anjlok di Tanjabtim, Cuaca Ekstrem Tekan Panen Petani
Permukaan Danau Kerinci Menyusut Tajam, Nelayan Terjepit dan DPRD Panggil PLTA
Pemkot Jambi Kebut PSN: Sekolah Rakyat, Flyover Paal 10, dan Proyek Banjir
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:00 WIB

Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Bupati Kerinci Hadiri Rakornas 2026 di Sentul

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:00 WIB

Pemkab Merangin Salurkan 1.700 Paket Perlengkapan Sekolah Gratis

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:00 WIB

Harga Kelapa Anjlok di Tanjabtim, Cuaca Ekstrem Tekan Panen Petani

Berita Terbaru