KLIKINAJA, KERINCI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kerinci mengungkapkan bahwa kondisi atmosfer saat ini mendukung pembentukan hujan intens di wilayah Kerinci. Terbentuknya konvergensi atau pertemuan dan perlambatan angin dari Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Lampung, serta dari Jambi hingga Sumatera Barat, menjadi pemicu utama peningkatan awan hujan.
Fenomena global juga turut memengaruhi. Nilai Dipole Mode Index (DMI) tercatat −0,99, menunjukkan potensi pembentukan awan hujan di pesisir barat Sumatra. Sementara itu, penguatan Monsun Asia dan aktivitas Madden – Julian Oscillation (MJO) menambah pasokan uap air dari Samudra Hindia, sehingga intensitas hujan meningkat di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Kerinci.
Potensi Bencana Hidrometeorologi
Kondisi hujan yang meningkat berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. BMKG memperingatkan kemungkinan banjir, banjir bandang, genangan air, serta tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi bergunung, lereng curam, dan tebing terjal.
“Masyarakat di daerah rawan longsor dan bantaran sungai harus meningkatkan kewaspadaan. Segera laporkan kondisi cuaca signifikan kepada pihak berwenang,” imbau Kepala Stasiun BMKG Kerinci, Kurnianinsih, S.P., M.T.
Wilayah Berisiko Tinggi
Beberapa kecamatan di Kerinci diprediksi memiliki risiko lebih besar terhadap banjir dan genangan air. Daerah-daerah tersebut antara lain: Bukitkerman, Air Hangat Barat, Air Hangat Timur, Batang Merangin, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, Kayu Aro Barat, Sitinjau Laut, dan Siulak Mukai.
Hujan Masih Akan Berlanjut
BMKG memproyeksikan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terus turun di pagi, sore, dan malam hari hingga akhir pekan. Masyarakat diimbau selalu memantau informasi cuaca terkini serta kondisi lingkungan sekitar untuk mengantisipasi potensi bencana.
Akses Informasi Cuaca Terbaru
BMKG menyediakan update informasi cuaca dan peringatan dini melalui beberapa kanal:
Instagram: @bmkgkerinci
Aplikasi InfoBMKG
WhatsApp: 08117480336
Dengan kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi dengan pihak berwenang, risiko akibat cuaca ekstrem di Kerinci diharapkan dapat diminimalkan.(Dea)









