KLIKINAJA, SUNGAIPENUH – Akses transportasi di KM 13 Jalur Puncak, Sungai Penuh, kembali berfungsi normal setelah tertutup longsor. Kondisi ini dipastikan langsung oleh Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, saat meninjau area terdampak pada Kamis (27/11) untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
Arus kendaraan di jalur penghubung utama tersebut sempat terhenti akibat longsor yang menutup badan jalan. Petugas gabungan bergerak cepat membersihkan material tanah dan batuan yang menumpuk di titik longsor. Setelah proses pembersihan dinyatakan tuntas, jalur kembali dibuka untuk semua jenis kendaraan.
Azhar Hamzah yang berada di lokasi mengatakan bahwa seluruh akses kini dapat dilalui dengan aman. Menurutnya, kendaraan roda dua, roda empat hingga truk bermuatan kini sudah bisa melewati KM 13 tanpa hambatan berarti.
Dalam kesempatan itu, ia juga memastikan kondisi jalan benar-benar layak dilalui sebelum diputuskan dibuka kembali. Pemeriksaan dilakukan untuk menghindari potensi bahaya lanjutan, terlebih karena kawasan Puncak dikenal memiliki kontur tanah yang rentan bergerak saat intensitas hujan tinggi.
Meski akses telah pulih, Wawako tetap mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati ketika melintas. Ia menegaskan bahwa potensi longsor masih mungkin terjadi selama cuaca tidak stabil. Karena itu, kewaspadaan pengendara menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Azhar Hamzah mengimbau pengguna jalan agar menjaga kecepatan dan menghindari perjalanan pada cuaca ekstrem. Ia juga meminta warga segera melapor jika menemukan tanda-tanda longsor susulan di sepanjang koridor Puncak.
“KM 13 Jalur Puncak merupakan akses penting yang menghubungkan Kota Sungai Penuh dengan Provinsi Sumatera Barat. Jalur ini menjadi urat nadi distribusi barang, mobilitas masyarakat, hingga aktivitas ekonomi lintas daerah,” sebutnya.
Menurut Azhar Hamzah, kelancaran arus di jalur Puncak sangat memengaruhi pasokan kebutuhan pokok serta pergerakan logistik yang memasok sejumlah wilayah di Kerinci dan sekitarnya. Oleh karena itu, pemulihan jalur ini menjadi prioritas utama pemerintahan daerah.
“Kita memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam proses penanganan longsor. Kerja cepat dan kolaboratif dinilai membuat akses strategis tersebut dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dalam waktu singkat,” pungkasnya.
Dengan dibukanya kembali jalur KM 13 Puncak, aktivitas harian warga kembali berjalan lancar. Transportasi antarwilayah pun mulai normal, termasuk pergerakan barang dan layanan distribusi yang sebelumnya terhambat.
Pemerintah Kota Sungai Penuh memastikan pemantauan tetap dilakukan di beberapa titik rawan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir gangguan serupa serta menjaga kelancaran mobilitas di koridor Sungai Penuh–Sumatera Barat selama musim hujan berlangsung.(Dea)









