KLIKINAJA – Pemerintah Kota Jambi tengah menyiapkan kajian serius terkait perubahan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini di arahkan untuk memperkuat ikatan keluarga, terutama hubungan emosional antara orang tua dan anak, yang di nilai mulai tergerus oleh rutinitas kerja yang terlalu pagi.
Wali Kota Jambi, Maulana, melihat pola jam masuk ASN saat ini menyisakan ruang kosong dalam kehidupan keluarga. Banyak orang tua meninggalkan rumah ketika anak masih bersiap ke sekolah, sehingga interaksi sederhana di pagi hari nyaris tak terjadi.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada komunikasi keluarga. Anak berangkat sekolah tanpa pendampingan, sementara orang tua kehilangan momen penting untuk membangun kedekatan emosional sejak awal hari.
“Kita ingin setiap pagi orang tua benar-benar hadir untuk anaknya. Sarapan bareng, ngobrol sebentar, atau mengantar ke sekolah. Hal-hal sederhana ini punya dampak besar terhadap kedekatan emosional keluarga,” kata Maulana, Selasa (10/2/2026).
Saat ini, ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi mulai bekerja pukul 07.15 WIB. Jam tersebut di nilai membuat waktu pagi terasa terburu-buru, baik bagi orang tua maupun anak yang sedang berada pada fase tumbuh kembang penting.
Jam Masuk 08.00 WIB, Produktivitas Tetap Jadi Fokus
Pemkot Jambi sedang mempertimbangkan opsi menggeser jam masuk kerja ASN menjadi pukul 08.00 WIB. Konsekuensinya, jam pulang akan menyesuaikan hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Skema ini di harapkan memberi ruang pagi yang lebih longgar bagi keluarga, tanpa mengorbankan kinerja birokrasi.
Maulana menegaskan perubahan jam kerja bukan berarti memberi kelonggaran terhadap disiplin. Ia justru menekankan komitmen penuh selama jam kerja berlangsung.
“Setelah jam 8 ASN harus full bekerja. Tidak ada lagi yang keluar-keluar tanpa urusan jelas. Pulang sedikit lebih sore, lalu kembali punya waktu bersama keluarga,” tegasnya.
Dengan jumlah ASN di Kota Jambi yang mencapai sekitar 10 ribu orang, kebijakan ini di perkirakan menyentuh langsung kehidupan ribuan keluarga. Sebagian besar ASN memiliki anak usia sekolah, sehingga kehadiran orang tua di pagi hari di yakini berpengaruh pada pembentukan karakter dan pengawasan sosial anak.
Pemerintah menilai keterlibatan orang tua sejak pagi dapat membantu menekan risiko kenakalan remaja, termasuk kasus perundungan yang belakangan menjadi perhatian di berbagai daerah. Kehadiran emosional orang tua di anggap sebagai benteng awal dalam membangun perilaku anak yang sehat.
Dari sisi tata kota, perubahan jam kerja juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas pada jam sibuk pagi. Pola pergerakan warga yang lebih tersebar di yakini dapat menekan penumpukan kendaraan di ruas-ruas utama Kota Jambi.
Meski demikian, Maulana memastikan kebijakan ini belum di putuskan. Pemerintah Kota Jambi masih melakukan kajian lintas sektor, mulai dari dampak terhadap pelayanan publik, efektivitas jam kerja, hingga implikasi sosial di masyarakat.
“Kalau hasil kajian menunjukkan manfaatnya besar dan positif, tentu akan kita terapkan. Target kita jelas: keluarga kuat, pelayanan publik tetap berjalan optimal,” pungkasnya.(Tim)









