Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Batang Hari Menurun Sepanjang 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Batang Hari menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun 2025.

Data yang di himpun Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) mencatat total 60 kasus terjadi selama periode tersebut.

Jumlah itu lebih rendah di bandingkan tahun sebelumnya. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTDPPA) Kabupaten Batang Hari, Neneng Eva Anggraeni, menyebutkan bahwa pada 2024 tercatat 77 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga terjadi penurunan signifikan pada 2025.

“Jika di bandingkan, memang ada penurunan. Tahun 2024 sebanyak 77 kasus, sementara 2025 tercatat 60 kasus,” ujar Neneng.

Meski demikian, Neneng menjelaskan bahwa pola kasus sepanjang tahun 2025 mengalami perubahan. Pada pertengahan tahun, kasus kekerasan fisik masih di temukan. Namun menjelang akhir tahun, justru terjadi peningkatan kasus kekerasan seksual, yang mayoritas menimpa anak-anak.

Baca Juga :  Dana Desa Batang Hari 2026 Anjlok 60 Persen, Desa Diminta Fokus Program Prioritas

Dari total 60 kasus tersebut, sebanyak 34 korban merupakan anak-anak, sedangkan 26 lainnya menimpa perempuan dewasa. “Kekerasan seksual yang terjadi sepanjang 2025 sebagian besar di alami oleh anak-anak,” ungkapnya.

Berdasarkan evaluasi pihaknya, faktor ekonomi menjadi pemicu utama terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, maraknya perjudian online serta penyalahgunaan narkoba juga di nilai berkontribusi terhadap meningkatnya konflik dan tindak kekerasan di lingkungan keluarga.

Neneng menambahkan, sebagian besar kasus kekerasan masih terjadi di lingkup keluarga inti. Meski demikian, terdapat pula kasus yang melibatkan orang-orang terdekat korban, seperti teman dekat, dengan jumlah yang hampir sama seperti tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Hasil Seleksi JPT Pratama Muaro Jambi 2025 Diumumkan, Ini Tiga Besarnya

Ia berharap tren penurunan ini dapat terus berlanjut di tahun 2026, khususnya dengan target menekan hingga nol kasus kekerasan seksual terhadap anak. Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya terus memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi.

“Kami gencar melakukan sosialisasi kepada orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat agar mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi kekerasan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Neneng mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan yang di ketahui atau di alami. Menurutnya, perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kita semua memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak-anak,” tutupnya.(Tim)

Berita Terkait

Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh
Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis
Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:00 WIB

Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:00 WIB

Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat

Berita Terbaru

Kesehatan

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Sabtu, 21 Mar 2026 - 13:00 WIB

Bisnis

Harga Emas Antam 21 Maret 2026 Stabil di Rp2,89 Juta

Sabtu, 21 Mar 2026 - 12:00 WIB