KLIKINAJA, KERINCI – Kebakaran melanda permukiman warga di Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu (20/12/2025) siang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB itu mengakibatkan tiga unit rumah permanen terdampak, dengan total kerugian di taksir mencapai ratusan juta rupiah.
Api di ketahui muncul saat kondisi rumah dalam keadaan kosong. Seluruh pemilik rumah di laporkan sedang berada di luar untuk bekerja, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kobaran api yang cepat membesar sempat menimbulkan kepanikan warga di sekitar lokasi.
Kejadian bermula ketika seorang warga bernama Nahrawati melihat asap hitam pekat membumbung tinggi dari salah satu rumah milik Mulyadi. Menyadari situasi berbahaya, ia langsung berteriak meminta bantuan dan mengundang perhatian masyarakat sekitar.
Warga Lakukan Pemadaman Secara Swadaya
Warga yang berdatangan mendapati api sudah menjalar dengan cepat dan merembet ke bangunan di sekitarnya. Tanpa menunggu lama, masyarakat berinisiatif melakukan pemadaman secara swadaya menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan selang air, sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Upaya warga tersebut di lakukan untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas. Selain menghubungi Pos Damkar Hiang, warga juga meminta bantuan ke Pos Damkar Air Hangat Timur guna mempercepat penanganan di lokasi kejadian.
Sekitar 25 menit kemudian, tepatnya pukul 12.40 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Air Hangat Timur tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan penyemprotan ke titik api utama dan area yang berpotensi kembali menyala.
Proses pemadaman berlangsung cukup intens karena sebagian bangunan rumah terbuat dari material yang mudah terbakar. Petugas pemadam kebakaran dibantu masyarakat setempat serta personel Polsek Sitinjau Laut bekerja sama mengendalikan situasi agar api tidak merembet ke rumah lain.
Setelah berjibaku hampir setengah jam, api akhirnya berhasil di padamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.10 WIB. Pendinginan kemudian di lakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah kebakaran susulan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ketiga rumah yang terdampak merupakan rumah permanen milik warga setempat. Dua unit rumah mengalami kerusakan berat akibat sebagian besar bangunan hangus terbakar, sementara satu unit rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Penyebab Kebakaran Korsleting Listrik
Hasil pemeriksaan awal di lapangan mengarah pada dugaan korsleting atau hubungan arus pendek listrik sebagai penyebab kebakaran. Sumber api diduga berasal dari instalasi listrik di rumah milik Mulyadi. Meski demikian, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan dan pengumpulan keterangan untuk memastikan penyebab pasti.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materi di taksir mencapai sekitar Rp500 juta. Nilai tersebut mencakup kerusakan bangunan rumah beserta perabotan dan barang berharga milik korban yang tidak sempat di selamatkan.
Pihak kepolisian dan aparat setempat mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Pemeriksaan rutin serta penggunaan peralatan listrik sesuai standar di nilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kebakaran ini menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di kawasan permukiman padat. Sinergi antara warga, aparat, dan petugas pemadam kebakaran di nilai mampu meminimalkan dampak yang lebih besar dalam situasi darurat.(Tim)









