KLIKINAJA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh memperkuat pengawasan kebersihan selama bulan Ramadhan dengan fokus di kawasan Pasar Mambo yang berfungsi sebagai Pasar Ramadhan. Setiap malam, begitu aktivitas jual beli mereda, tim kebersihan langsung bergerak membersihkan area tersebut.
Langkah ini di ambil menyusul meningkatnya volume sampah saat warga berburu takjil dan kebutuhan berbuka puasa. Situasi itu lazim terjadi setiap Ramadhan, ketika pusat jajanan dadakan di padati pengunjung sejak sore hingga menjelang malam.
Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLH Kota Sungai Penuh, Azan Putra, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan enam petugas lengkap dengan armada roda pengangkut sampah.
“Kami menurunkan enam petugas bersama armada roda pengangkut untuk memastikan sampah di Pasar Ramadhan segera tertangani. Pembersihan di lakukan malam hari agar tidak mengganggu aktivitas jual beli,” ujar Azan.
Menurutnya, pola kerja malam di pilih agar proses pembersihan lebih leluasa dan tidak bersinggungan dengan pedagang maupun pembeli. Dengan cara itu, area pasar dapat kembali rapi sebelum aktivitas di mulai lagi keesokan harinya.
Peran Pedagang dan Pengunjung Jadi Penentu
Azan menegaskan, menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Kesadaran kolektif pedagang dan pengunjung memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan pasar yang nyaman selama Ramadhan.
“Kami mengimbau pedagang dan masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah di sediakan. Jika semua pihak ikut peduli, suasana Ramadhan akan terasa lebih nyaman dan sehat,” tambahnya.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Sungai Penuh dalam menciptakan ruang publik yang tertib dan higienis. Pasar Ramadhan bukan sekadar pusat ekonomi musiman, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan warga.
Pengelolaan sampah di pusat keramaian seperti Pasar Ramadhan memang membutuhkan strategi khusus. Tanpa penanganan cepat, tumpukan sampah bisa menimbulkan bau tidak sedap hingga berpotensi mengganggu kesehatan. Karena itu, sistem pembersihan rutin pada malam hari di nilai efektif untuk memutus potensi masalah sejak awal.
Ramadhan identik dengan suasana khidmat dan kebersamaan. Lingkungan pasar yang bersih turut mendukung kenyamanan warga dalam berbelanja sekaligus menjalankan ibadah. DLH berharap pola ini dapat dipertahankan, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga pada kegiatan besar lainnya di Kota Sungai Penuh.(Tim)









