KLIKINAJA – Ketegangan antara seorang guru dan siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur belum menunjukkan tanda mereda. Persoalan yang semula terjadi di lingkungan sekolah itu kini bergulir ke ranah hukum dan resmi di tangani oleh Polda Jambi, setelah kedua pihak sama-sama melayangkan laporan.
Situasi ini turut mendapat perhatian DPRD Provinsi Jambi. Ketua DPRD, M Hafiz Fattah, menyampaikan bahwa aparat kepolisian akan mengurai perkara tersebut secara menyeluruh agar akar persoalan dapat terungkap secara objektif.
Langkah yang Disiapkan Pemeriksaan Kondisi Psikologis Oknum Guru
Ia mengungkapkan, salah satu langkah yang di siapkan dalam proses penyelidikan adalah pemeriksaan kondisi psikologis terhadap oknum guru yang terlibat.
“Semua akan di dalami oleh pihak kepolisian. Informasinya, bahkan akan ada pemeriksaan kesehatan mental terhadap guru yang bersangkutan,” kata Hafiz, belum lama ini.
Di tengah proses hukum yang berjalan, DPRD Jambi terus mendorong adanya upaya penyelesaian secara damai. Hafiz menyebut komunikasi dengan dinas pendidikan terus di lakukan agar konflik tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan bahwa jalur kekeluargaan tetap menjadi opsi utama selama masih memungkinkan.
“Jika masih bisa di tempuh jalan musyawarah dan kekeluargaan, tentu itu menjadi harapan kita bersama,” ujarnya.
Namun, DPRD juga menyiapkan langkah lanjutan apabila persoalan ini ternyata berkaitan dengan sistem pendidikan di sekolah. Menurut Hafiz, bila di temukan celah dalam metode pembelajaran atau regulasi internal yang berpotensi memicu konflik, pembentukan panitia khusus bisa menjadi opsi evaluasi.
“Kalau ternyata ada masalah pada sistem pengajaran atau aturan yang berlaku, itu perlu di evaluasi secara serius. Tapi bila ini murni kesalahan individu, baik guru maupun karakter siswa, maka biarkan dulu dinas terkait dan aparat hukum yang menanganinya,” jelas Hafiz.
Upaya Mediasi Terus Diusahakan
Dari sisi pemerintah provinsi, Dinas Pendidikan Jambi memastikan tidak tinggal diam. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Ilham Khalik, menyebut pihaknya sejak awal langsung bergerak untuk meredam situasi melalui pendekatan dialog.
Upaya mediasi masih terus di upayakan dengan mempertemukan kedua pihak yang berseteru.
“Kami terus berupaya mempertemukan guru dan siswa tersebut. Tinggal menyesuaikan waktu yang tepat agar mediasi bisa segera di laksanakan,” tutur Ilham.
Kasus ini kembali menyorot relasi guru dan siswa di lingkungan sekolah vokasi yang kerap di warnai tekanan disiplin dan perbedaan cara komunikasi. Para pengamat pendidikan menilai konflik semacam ini biasanya di picu oleh miskomunikasi, tekanan akademik, serta minimnya ruang dialog yang sehat di sekolah.
Jika tidak di tangani secara bijak, persoalan kecil berpotensi berkembang menjadi sengketa hukum seperti yang kini terjadi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Pendekatan edukatif, pendampingan psikologis, serta penguatan aturan perlindungan siswa dan guru di nilai penting agar dunia pendidikan tetap menjadi ruang aman bagi semua pihak. (Tim)









