Konflik Iran–AS Dorong Harga Batu Bara dan CPO Naik, APBN 2026 Berpotensi Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA.COMKetegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memberi efek berantai pada pasar komoditas global. Pemerintah Indonesia memprediksi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas ekspor utama nasional.

Kondisi ini membuka peluang tambahan penerimaan negara dari sektor komoditas. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus bersiap menghadapi kemungkinan meningkatnya beban subsidi energi akibat melonjaknya harga minyak dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dinamika geopolitik tersebut berdampak langsung terhadap pergerakan harga komoditas global seperti batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), hingga nikel.

Kenaikan harga komoditas ini dapat menjadi peluang keuntungan tak terduga atau windfall profit bagi Indonesia. Penerimaan negara dari sektor ekspor berpotensi meningkat jika tren harga terus bertahan.

Purbaya menilai lonjakan harga komoditas bisa menjadi penyeimbang terhadap potensi kenaikan belanja negara, terutama subsidi energi yang biasanya ikut meningkat saat harga minyak dunia naik.

“Walaupun terdapat potensi peningkatan subsidi energi dan beban bunga utang, peluang windfall dari komoditas seperti batu bara, CPO, dan nikel tetap kami cermati. Pemerintah akan memastikan instrumen APBN bekerja secara responsif agar stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan konflik di Timur Tengah turut mengganggu jalur distribusi energi dunia, khususnya Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dan gas global. Gangguan pada jalur strategis tersebut membuat pasar energi menjadi lebih sensitif terhadap perkembangan geopolitik.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Gelar Perkara Kasus Fitnah Ijazah Jokowi, Kompolnas Turut Dilibatkan

Ketika pasokan energi global terganggu, negara-negara industri biasanya mulai mencari alternatif sumber energi lain. Situasi inilah yang ikut mendorong kenaikan permintaan terhadap komoditas tertentu.

Harga Batu Bara Naik Signifikan

Kementerian Keuangan mencatat harga batu bara dunia hingga 10 Maret 2026 mengalami kenaikan cukup tajam. Secara year to date (ytd), harga komoditas ini telah naik sekitar 28 persen menjadi US$107,5 per ton.

Jika di bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harga batu bara saat ini juga lebih tinggi sekitar 4,1 persen.

Purbaya menjelaskan lonjakan tersebut dipengaruhi perubahan pola konsumsi energi global. Sejumlah negara di Eropa dan Asia mulai mencari bahan bakar alternatif di tengah gangguan pasokan minyak dan gas alam cair.

Menurutnya, pergeseran ini membuat permintaan terhadap batu bara kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

CPO, Nikel, hingga Emas Ikut Menguat

Pergerakan positif juga terlihat pada komoditas minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Sepanjang tahun berjalan, harga CPO tercatat naik sekitar 14 persen hingga mencapai US$1.110,47 per ton.

Walau demikian, secara tahunan harga CPO masih tercatat turun sekitar 2,8 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, komoditas nikel naik 4,9 persen ytd menjadi US$17.469 per ton. Secara tahunan, harga logam tersebut meningkat sekitar 12,7 persen.

Kenaikan juga terjadi pada tembaga (copper) yang naik 4,3 persen ytd menjadi US$12.954 per ton. Bahkan jika di bandingkan dengan tahun lalu, harga tembaga melonjak hingga 40,3 persen.

Logam mulia juga mengalami penguatan tajam. Harga emas tercatat naik 19,5 persen sepanjang tahun berjalan menjadi sekitar US$5.164,39 per troy ounce, dan meningkat 75,1 persen secara tahunan.

Baca Juga :  Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Simak Detailnya

Purbaya menjelaskan kenaikan harga emas mencerminkan perubahan perilaku investor global yang mulai memindahkan aset mereka ke instrumen yang di anggap lebih aman.

Menurutnya, emas sering menjadi pilihan utama ketika pasar global di liputi ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi.

Harga Minyak Dunia Ikut Bergerak

Harga minyak mentah dunia juga mengalami fluktuasi akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Minyak acuan Brent tercatat naik 47,1 persen secara year to date menjadi sekitar US$89,9 per barel.

Meski meningkat tajam sepanjang tahun ini, harga tersebut masih sekitar 8,2 persen lebih rendah di bandingkan periode yang sama tahun lalu.

Purbaya mengungkapkan harga minyak sempat menembus angka US$100 per barel. Namun kemudian terkoreksi setelah muncul pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memprediksi konflik tersebut berpotensi segera mereda.

Pemerintah Indonesia saat ini terus memantau perkembangan situasi global tersebut. Stabilitas fiskal tetap menjadi prioritas agar kebijakan APBN mampu merespons perubahan ekonomi global tanpa mengganggu daya beli masyarakat.

Bagi Indonesia, pergerakan harga komoditas global selalu memiliki dua sisi. Ketika harga energi naik, tekanan pada subsidi bisa meningkat. Di saat yang sama, komoditas ekspor seperti batu bara, nikel, dan CPO dapat memberikan tambahan penerimaan negara.

Situasi tersebut membuat pemerintah harus menjaga keseimbangan kebijakan fiskal, sambil memastikan momentum kenaikan harga komoditas tetap memberi manfaat bagi perekonomian nasional.(Tim)

Berita Terkait

Jaksa Agung Burhanuddin Peringatkan Jaksa Tak Menyalahgunakan Jabatan Jelang Lebaran
Konflik Timur Tengah Memanas, Keberangkatan Haji Indonesia 2026 Terancam
Gaji PPPK Paruh Waktu Bisa dari Dana BOSP 2026? Ini Penjelasan Aturan Terbarunya
1.512 Dapur Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan, Ini Penyebabnya
Wabup Rejang Lebong Dilepas dari Status Tersangka, Ini Penjelasan KPK
Prediksi Jadwal CPNS 2026, Pemerintah Siapkan Formasi untuk Fresh Graduate
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Pastikan Pertalite Tetap Stabil
BGN Wajibkan SPPG Unggah Menu MBG di Media Sosial
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:00 WIB

Jaksa Agung Burhanuddin Peringatkan Jaksa Tak Menyalahgunakan Jabatan Jelang Lebaran

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:00 WIB

Konflik Iran–AS Dorong Harga Batu Bara dan CPO Naik, APBN 2026 Berpotensi Terdampak

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:00 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Keberangkatan Haji Indonesia 2026 Terancam

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:00 WIB

Gaji PPPK Paruh Waktu Bisa dari Dana BOSP 2026? Ini Penjelasan Aturan Terbarunya

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:00 WIB

1.512 Dapur Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru