KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Tebo terus memacu pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes KMP) sebagai instrumen penguatan ekonomi desa.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Prindagkop UKM) memimpin langsung langkah tersebut dengan target menyentuh seluruh desa dan kelurahan di wilayah Tebo, Provinsi Jambi.
Hingga awal Februari 2026, sebanyak 67 Kopdes KMP telah memasuki fase pembangunan fisik. Pemerintah daerah menyiapkan koperasi tersebut agar segera beroperasi dan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi warga secara langsung, mulai dari sektor produksi hingga distribusi.
Kepala Dinas Prindagkop dan UKM Kabupaten Tebo melalui Kepala Bidang Koperasi, Iswandi, menyebut sejumlah koperasi sebenarnya telah siap di resmikan. Kendala teknis dan penyesuaian agenda membuat proses peluncuran beberapa Kopdes KMP belum berjalan sesuai rencana awal.
“Waktu itu kita mendapat informasi ada satu Kopdes di Desa Giripurno, Kecamatan Rimbo Ilir, yang sudah siap di launching. Rencananya tanggal 31 Januari 2026, namun harus di tunda,” ujar Iswandi, belum lama ini.
Pemerintah daerah saat ini mematangkan konsep unit usaha untuk setiap koperasi. Prindagkop UKM mengarahkan pengurus Kopdes KMP menjadikan potensi lokal desa sebagai tulang punggung usaha agar koperasi tidak sekadar formalitas kelembagaan.
“Untuk unit usaha sedang kita siapkan konsepnya. Intinya, kita ingin menggali potensi lokal di desa masing-masing agar menjadi usaha utama koperasi,” lanjutnya.
Pendekatan tersebut di nilai penting karena karakteristik desa di Kabupaten Tebo berbeda-beda. Setiap wilayah memiliki keunggulan ekonomi sendiri yang perlu di kelola secara spesifik agar koperasi mampu bertahan dalam jangka panjang.
Pertanian dan Sawit Jadi Andalan Awal
Iswandi mengungkapkan sebagian rencana usaha masih menunggu kesiapan infrastruktur serta dukungan regulasi. Pemerintah meminta pengurus koperasi menyusun perencanaan usaha yang realistis sembari menunggu pembangunan gedung koperasi rampung.
Pemerintah daerah juga mendorong sinergi dengan pengurus koperasi untuk memaksimalkan sektor unggulan Kabupaten Tebo. Pertanian dan perkebunan kelapa sawit menjadi fokus awal karena memiliki rantai ekonomi yang jelas dan potensi pasar yang stabil di tingkat lokal.
“Setelah potensi utama berjalan, baru kita arahkan ke usaha tambahan seperti sembako dan unit usaha lain yang di inisiasi oleh pengurus koperasi masing-masing,” jelas Iswandi.
Untuk memperkuat kapasitas pengelolaan, Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya memfasilitasi pelatihan manajemen koperasi selama tiga hari. Pelatihan tersebut di ikuti 258 peserta yang terdiri dari ketua dan pengurus Kopdes KMP dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Tebo.
“Jumlah peserta pelatihan sekitar 258 orang, terdiri dari para ketua dan pengurus koperasi. Ini menjadi bekal awal agar koperasi dapat di kelola secara profesional dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Keberadaan Kopdes Merah Putih di harapkan membuka akses ekonomi baru di desa, mengurangi ketergantungan masyarakat pada tengkulak, serta menciptakan lapangan kerja lokal. Pemerintah Kabupaten Tebo menargetkan koperasi menjadi motor ekonomi desa yang tumbuh bertahap dan merata seiring berjalannya operasional.(Tim)









