KLIKINAJA – Pemerintah Kota Sungai Penuh menggerakkan aksi bersih-bersih massal atau kurve akbar di sejumlah titik kota, Minggu (15/2). Kegiatan ini melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga elemen masyarakat.
Sejak pagi, aparatur pemerintah bersama warga menyebar ke lokasi yang telah di tentukan. Jalan protokol, saluran drainase, fasilitas umum, kawasan perkantoran, hingga lingkungan permukiman menjadi fokus pembersihan.
Pengawasan lapangan di lakukan langsung oleh unsur pimpinan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Polres Kerinci, Kodim 0417/Kerinci, Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Pengadilan Negeri Sungai Penuh, Pengadilan Agama Sungai Penuh, unsur DPRD, hingga Sekretariat Daerah.
Seluruh OPD di lingkungan Pemkot Sungai Penuh ambil bagian. Mulai dari sekretariat daerah, badan, dinas, kecamatan, kelurahan, sampai pemerintah desa terlibat langsung membersihkan area masing-masing.
Gerakan Nyata Tindak Lanjut Arahan Presiden
Kurve akbar ini di gelar sebagai respons atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pusat dan Daerah di Sentul pada 2 Februari 2026. Dalam forum tersebut, pemerintah pusat menggaungkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Program itu mendorong pemerintah daerah menghidupkan kembali budaya kerja bakti secara rutin. Bukan sekadar simbolik, melainkan langkah nyata menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni. Kurve akbar di sebut sebagai upaya membangun kembali kesadaran kolektif masyarakat agar peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Komitmen Jadikan Gotong Royong Agenda Rutin
Sinergi lintas sektor terlihat jelas dalam kegiatan tersebut. Aparatur sipil negara, TNI-Polri, lembaga peradilan, hingga warga turun langsung memungut sampah dan membersihkan saluran air.
Langkah ini dinyakini berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan kota. Drainase yang bersih akan mengurangi risiko genangan saat musim hujan, sementara ruang publik yang terawat menciptakan kenyamanan bagi masyarakat.
Di banyak daerah, kerja bakti kerap memudar karena kesibukan masing-masing. Padahal, tradisi gotong royong merupakan identitas sosial yang selama ini menjadi kekuatan komunitas. Melalui kurve akbar, Pemkot Sungai Penuh berupaya menghidupkan kembali nilai tersebut.
Komitmen untuk menjadikan gotong royong sebagai agenda rutin di tegaskan sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI. Pemerintah daerah berharap, kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya muncul saat ada instruksi, melainkan tumbuh sebagai budaya sehari-hari.
Jika konsisten di jalankan, gerakan ini bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memperkuat solidaritas antar warga. Kota yang aman, sehat, resik, dan indah tidak lahir dari kebijakan semata, melainkan dari partisipasi bersama.(Tim)









