Longsor di Lokasi PETI Limun Sarolangun, Delapan Penambang Tewas

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Tragedi longsor kembali menelan korban jiwa di kawasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun. Sebanyak delapan orang pekerja tambang di laporkan meninggal dunia setelah tertimbun material tanah saat melakukan aktivitas penambangan, Selasa sore (20/1/2026) kemarin.

Berdasarkan informasi yang di himpun hingga Rabu pagi, peristiwa nahas itu terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung. Saat kejadian, para korban tengah melakukan aktivitas penambangan di dalam lubang galian ketika tebing tanah di sekitar lokasi tiba-tiba runtuh dan menimbun para pekerja.

Longsor diduga kuat dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Kondisi tanah yang labil membuat dinding galian tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya roboh secara mendadak sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga :  Hutan Jambi Menyusut Tajam, Krisis Ekologi Kian Nyata

Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebutkan, selain delapan korban meninggal dunia, terdapat empat orang lainnya yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

“Total sementara ada 12 korban yang tertimbun longsor di lokasi PETI. Delapan orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka,” ujar AKBP Wendi.

Terkait kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun, pihak kepolisian belum dapat memastikan jumlah pastinya. Menurut AKBP Wendi, proses pendataan dan evaluasi masih terus dilakukan di lapangan.

Baca Juga :  546 PPPK Kerinci Resmi Terima SK, Bupati Monadi Ingatkan Tugas Abdi Negara

“Kami turun langsung ke lokasi pagi ini untuk membantu proses evakuasi dan memastikan kondisi di lapangan,” katanya singkat.

Sementara itu, dari keterangan sejumlah sumber di lokasi, di ketahui bahwa sebelum peristiwa longsor terjadi, terdapat puluhan pekerja PETI yang masih beraktivitas di area tersebut. Aparat gabungan bersama warga setempat terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi dengan peralatan terbatas.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius akan tingginya risiko keselamatan di lokasi PETI, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan tanpa standar keselamatan kerja yang memadai.(Tim)

Berita Terkait

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
Cuaca Jambi Saat Lebaran 2026 Diprediksi Berawan dan Hujan Ringan
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:08 WIB

Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah

Berita Terbaru

Teknologi

Update Darurat Chrome: Google Tutup Celah Zero-Day Berbahaya

Jumat, 20 Mar 2026 - 17:00 WIB