KLIKINAJA – Minuman herbal kembali mendapat tempat di tengah masyarakat yang kian peduli pada gaya hidup sehat. Salah satu yang banyak di bicarakan adalah air rebusan kayu manis. Rempah dapur yang akrab di gunakan sebagai penyedap ini ternyata menyimpan potensi manfaat kesehatan ketika di konsumsi secara rutin, tentu dengan takaran yang tepat.
Kayu manis berasal dari kulit batang tanaman Cinnamomum. Aroma khasnya sering hadir dalam minuman hangat dan makanan penutup. Namun di luar fungsi kuliner, berbagai literatur kesehatan menyebutkan bahwa senyawa aktif dalam kayu manis memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Peran Kayu Manis dalam Metabolisme dan Gula Darah
Sejumlah kajian menunjukkan bahwa kandungan senyawa bioaktif pada kayu manis dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Efek ini membuat tubuh lebih efisien mengelola kadar gula darah, terutama pada orang yang berisiko mengalami lonjakan glukosa. Karena alasan itu, air rebusan kayu manis kerap di kaitkan dengan upaya menjaga kestabilan gula darah.
Di sisi lain, minuman ini juga sering di konsumsi oleh mereka yang sedang mengatur berat badan. Sensasi hangat dari kayu manis membantu kerja metabolisme dan memberi rasa kenyang lebih lama. Pola ini di nilai dapat menekan keinginan makan berlebih, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur.
Tak berhenti di sana, manfaat lain juga di rasakan pada sistem pencernaan. Sifat antimikroba alami kayu manis membantu menjaga keseimbangan bakteri usus. Keluhan seperti perut kembung atau gas berlebih di sebut dapat berkurang ketika minuman ini di konsumsi secara rutin dalam jumlah wajar.
Antioksidan, Jantung, dan Daya Tahan Tubuh
Kayu manis di kenal kaya antioksidan, terutama golongan polifenol. Senyawa ini berperan melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas yang kerap di kaitkan dengan peradangan kronis. Konsumsi air rebusan kayu manis pun sering diasosiasikan dengan upaya menjaga stamina dan kebugaran harian.
Beberapa laporan penelitian juga mengaitkan kayu manis dengan kesehatan jantung. Konsumsi terkontrol disebut berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida, sekaligus mendukung keseimbangan kolesterol baik. Dampak ini tentu tidak berdiri sendiri, melainkan bekerja optimal bila di sertai pola hidup sehat secara menyeluruh.
Dari sisi imunitas, kayu manis memiliki sifat antibakteri dan antivirus ringan. Efek ini membantu tubuh lebih siap menghadapi infeksi ringan, terutama saat daya tahan menurun akibat kelelahan atau perubahan cuaca.
Meski begitu, para ahli mengingatkan agar konsumsi kayu manis tidak berlebihan. Jenis kayu manis Cassia diketahui mengandung coumarin yang cukup tinggi. Jika di konsumsi terus-menerus dalam jumlah besar, senyawa ini berisiko membebani fungsi hati pada sebagian orang.
Pilihan yang lebih aman adalah kayu manis Ceylon dengan kadar coumarin lebih rendah, serta membatasi takaran sekitar setengah hingga satu sendok teh per hari.
Air rebusan kayu manis dapat menjadi pelengkap kebiasaan sehat harian. Manfaatnya akan terasa lebih optimal bila di barengi pola makan seimbang, istirahat cukup, dan konsultasi medis bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.(Tim)









