Musrenbang Mendahara Memanas, Lima Kades Walk Out Tuntut Keadilan Pembangunan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mendahara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Selasa (10/2), berubah tegang. Lima kepala desa memilih meninggalkan ruang rapat sebelum forum selesai sebagai bentuk protes terhadap pola perencanaan pembangunan yang mereka anggap tidak adil dan kehilangan substansi.

Aksi walk out itu di lakukan kepala desa dari Merbau, Menteng, Pangkal Duri Ilir, Pangkal Duri, serta Sinar Kalimantan. Mereka keluar dari aula kantor kecamatan saat Musrenbang masih berlangsung, menandai puncak kekecewaan terhadap forum yang di nilai hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa dampak nyata bagi sebagian desa.

Usulan Tak Pernah Menjadi Prioritas

Kepala Desa Merbau, Amir, menyebut Musrenbang di tingkat kecamatan tidak lagi berfungsi sebagai ruang menyepakati arah pembangunan. Menurutnya, banyak usulan yang telah di bahas bersama justru tidak pernah muncul dalam realisasi program kabupaten.

“Musrenbang ini seharusnya bicara soal kesepakatan dan prioritas. Tapi faktanya, hasil pembahasan tidak pernah benar-benar dijalankan. Program pembangunan hanya berputar di desa dan kelurahan tertentu,” ujar Amir.

Ia menekankan, para kepala desa memahami keterbatasan fiskal daerah. Namun persoalan muncul ketika distribusi program di nilai timpang dan tidak menyentuh desa-desa tertentu dalam waktu lama.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

“Kalau efisiensi anggaran, kami bisa menerima. Tapi ketika desa kami dua tahun berturut-turut tidak mendapat satu pun program dari kabupaten, ini sudah bukan efisiensi lagi. Ini soal keadilan,” katanya.

Situasi tersebut, menurut Amir, memicu keresahan di tingkat desa karena masyarakat mulai mempertanyakan manfaat keikutsertaan pemerintah desa dalam forum perencanaan tahunan.

Desakan Audiensi hingga Dugaan Peran Oknum

Amir mengungkapkan, para kepala desa bersepakat untuk meminta audiensi langsung dengan Bupati Tanjung Jabung Timur. Langkah itu di anggap perlu agar persoalan ketimpangan pembangunan dapat di bahas secara terbuka di tingkat kabupaten.

Ia juga mendorong seluruh kepala desa di Kecamatan Mendahara untuk bersatu menyuarakan masalah yang sama, agar tidak terjadi kesenjangan berkepanjangan antarwilayah.

Lebih jauh, Amir menduga adanya peran oknum tertentu yang memengaruhi penempatan program kabupaten. Dugaan tersebut muncul karena pola pembangunan di nilai tidak merata dan berulang di lokasi yang sama.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah Masih Marak, Ketua DPRD Kota Jambi Beri Peringatan Keras ke DLH

“Kami menduga ada oknum yang sengaja memainkan peran di balik layar. Penempatan program tidak merata dan ini berpotensi merusak hubungan antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat,” ujarnya.

Rencana walk out, lanjut Amir, sebenarnya sudah di pikirkan sejak awal Musrenbang. Namun para kepala desa tetap bertahan hingga penghujung acara karena berharap di beri ruang menyampaikan pandangan.

“Kami menunggu sampai akhir karena ingin bicara. Tapi kalau setiap tahun hasil Musrenbang tidak pernah dijalankan, untuk apa forum ini terus dilakukan?” katanya.

Sementara itu, Camat Mendahara Junaidi membantah bahwa aksi meninggalkan forum di picu kekecewaan. Ia menyebut para kepala desa pergi karena memiliki agenda lain di luar kegiatan Musrenbang.

“Tidak ada kaitannya dengan ketidakpuasan. Mereka ada kegiatan lain,” ujarnya singkat.

Pantauan di lokasi menunjukkan Musrenbang Kecamatan Mendahara tetap di lanjutkan meski lima kepala desa telah meninggalkan ruangan. Peristiwa ini meninggalkan pertanyaan besar tentang sejauh mana aspirasi desa benar-benar menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan daerah.(Tim)

Berita Terkait

BREAKING NEWS!! Perahu Wisata Karam di Danau Kerinci, Penumpang Dievakuasi Warga
Wisata BUMDes Desa Keluru Diserbu Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026
Kuota SNBT 2026 UNJA Capai 3.797 Kursi, Ini Rinciannya
19 Aduan THR di Jambi Tuntas, Tiga Perusahaan Masih Diproses
Wisata Milik Pemkab Kerinci Disorot, Fasilitas Terbengkalai, Tarif Mahal Tuai Kritik
Pemkot Sungai Penuh Tinjau Pasar Tanjung Bajure, Fokus Penataan dan Kesejahteraan Pedagang
Sampah Menumpuk di TPS, Wajah Wisata Dermaga Danau Kerinci Tercoreng
Video Diduga Napi Konsumsi Sabu Viral, Lapas Jambi Lakukan Razia Mendadak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:24 WIB

BREAKING NEWS!! Perahu Wisata Karam di Danau Kerinci, Penumpang Dievakuasi Warga

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:00 WIB

Kuota SNBT 2026 UNJA Capai 3.797 Kursi, Ini Rinciannya

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:00 WIB

19 Aduan THR di Jambi Tuntas, Tiga Perusahaan Masih Diproses

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:00 WIB

Wisata Milik Pemkab Kerinci Disorot, Fasilitas Terbengkalai, Tarif Mahal Tuai Kritik

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Tinjau Pasar Tanjung Bajure, Fokus Penataan dan Kesejahteraan Pedagang

Berita Terbaru