KLIKINAJA – Langkah serius pengendalian banjir dan pemulihan fungsi sungai di Kota Sungai Penuh terus menunjukkan hasil nyata. Wali Kota Alfin bersama jajaran Dinas PUPR melakukan kunjungan kerja ke Balai Wilayah Sungai VI Jambi dan Balai Wilayah Bina Marga Jambi, Kamis (5/1/2026).
Kunjungan tersebut di fokuskan pada penguatan koordinasi sekaligus penyampaian apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Normalisasi sungai dan pembangunan jalan menjadi dua agenda utama yang dibahas secara mendalam.
Di hadapan jajaran BWS VI Jambi, Alfin memaparkan capaian pengerjaan normalisasi di sejumlah aliran penting seperti Sungai Batang Merao, Batang Bungkal, dan Air Sempit yang kini telah melampaui 19 kilometer. Ia menilai progres ini menjadi fondasi penting dalam mengurangi risiko banjir tahunan.
“Manfaatnya sudah di rasakan langsung oleh warga. Banjir berkurang dan sawah yang lama terbengkalai sekarang mulai di kerjakan kembali,” ujar Alfin saat pertemuan berlangsung.
Tak hanya berdampak pada lingkungan, program tersebut juga menghidupkan kembali aktivitas pertanian masyarakat. Lahan persawahan yang sempat di tinggalkan puluhan tahun kini kembali produktif seiring aliran sungai yang lebih tertata dan tidak lagi meluap saat hujan deras.
Pemerintah kota memastikan program ini tidak berhenti pada capaian saat ini. Normalisasi sungai di rencanakan berlanjut sepanjang 2026 dengan target tambahan sekitar 11 kilometer. Alfin menegaskan keberlanjutan proyek menjadi kunci menjaga keamanan wilayah bantaran.
“Kami ingin sungai benar-benar kembali ke fungsi idealnya, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk jangka panjang agar warga merasa aman,” kata Alfin.
Selain sektor pengairan, pembangunan infrastruktur jalan turut menjadi sorotan. Pemerintah Kota Sungai Penuh memberikan apresiasi atas penyelesaian sejumlah ruas strategis seperti Jalan Tanjung Rawang dan Jalan Muara Jaya yang kini memperlancar mobilitas masyarakat.
Akses yang semakin baik berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga efisiensi waktu tempuh antarwilayah. Alfin menilai konektivitas jalan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Ketika jalan bagus, hasil panen lebih cepat sampai ke pasar, biaya angkut turun, dan perputaran ekonomi masyarakat ikut naik,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, normalisasi sungai yang berjalan beriringan dengan pembangunan jalan mencerminkan pendekatan pembangunan terintegrasi. Penataan lingkungan mengurangi potensi bencana, sementara infrastruktur darat membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap sinergi dengan instansi pusat terus terjaga dalam jangka panjang. Dukungan berkelanjutan di yakini mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.(Tim)









