KLIKINAJA – Lomba pacu perahu tingkat Provinsi Jambi tahun 2026 tak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi di arahkan sebagai pemicu perubahan perilaku masyarakat di sepanjang aliran sungai.
Pemerintah daerah berharap geliat aktivitas di Sungai Batanghari mampu menekan kebiasaan membuang sampah dan praktik MCK di sungai.
Harapan tersebut di sampaikan langsung oleh Al Haris saat membuka resmi perlombaan pacu perahu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Jambi, Sabtu (31/1/2026) kemarin.
Dalam kegiatan yang di hadiri Wakil Gubernur Abdullah Sani, Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah, unsur Forkopimda, Ditpolairud Polda Jambi, serta jajaran OPD, Gubernur menekankan bahwa pacu perahu harus menjadi gerakan sosial, bukan sekadar hiburan tahunan.
Lomba Pacu Perahu Merupakan Agenda Tahunan
Ia menyebut agenda tahunan ini sebagai sarana menghidupkan kembali tradisi masyarakat sungai sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan.
“Kegiatan yang rutin kita laksanakan setiap tahun ini menjadi ajakan kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi dalam melestarikan pacu perahu ini. Insyaallah tahun depan kita dekatkan hari momentum HUT dengan kegiatan lomba perahunya,” ujar Al Haris.
Menurutnya, waktu pelaksanaan lomba ke depan akan di sesuaikan agar berdekatan dengan peringatan hari jadi provinsi sehingga suasananya lebih meriah dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Pelaksanaan lomba perahu tahun depan harus dekat dengan hari peringatan ulang tahun Provinsi Jambi, jadi bisa meriah,” lanjutnya.
Tak berhenti di situ, Gubernur juga mendorong keterlibatan aktif para pejabat daerah dengan menjadi sponsor atlet pacu perahu. Skema ini di harapkan mampu memperkuat pembinaan atlet sekaligus menjaga keberlanjutan olahraga tradisional tersebut.
Animo masyarakat, kata dia, masih sangat besar, terutama di wilayah seberang Kota Jambi, Muaro, Tanjung Jabung Timur, hingga Tanjung Jabung Barat yang berada di sepanjang aliran Batanghari.
“Even pacu perahu harus kita laksanakan setiap tahunnya. Animo masyarakat di seluruh perantaran Sungai Batanghari sangat banyak, sebagai ruang bagi anak-anak kita pencinta pacu perahu untuk menoreh prestasi di masa mendatang,” ucapnya.
Lebih jauh, Al Haris menekankan dampak berantai yang di harapkan muncul dari hidupnya aktivitas sungai.
“Kita berharap multiplayer dari perlombaan pacu perahu adalah ketika aktivitas sudah banyak di Sungai Batanghari ini, masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai dan tidak lagi menjadikan sungai sebagai MCK. Kita terus mengampanyekan kebersihan sungai Batanghari agar kembali bersih dan menjadi pusat perekonomian masyarakat seperti dulu,” tuturnya.
Ia pun mengajak warga di sepanjang bantaran sungai untuk membangun budaya hidup bersih demi lingkungan yang sehat.
“Saat ini kita sudah mulai hidup bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah di Sungai Batanghari dan tidak ada lagi MCK di sungai, agar lingkungan bersih dan sungai kembali seperti dahulu,” imbuhnya.
Sungai Batanghari Urat Nadi Perdagangan Masyarakat
Dorongan ini sejalan dengan upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam mengembalikan fungsi strategis Sungai Batanghari sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Provinsi Jambi. Sungai yang dahulu menjadi urat nadi perdagangan rakyat kini di harapkan bangkit dengan wajah yang lebih bersih dan tertata.
Pendekatan melalui budaya lokal di nilai lebih membumi. Ketika tradisi di rawat dan masyarakat kembali memadati sungai, kesadaran menjaga lingkungan tumbuh secara alami.
Pacu perahu pun di arahkan menjadi simbol kebangkitan sungai bukan hanya sebagai arena lomba, tetapi sebagai ruang hidup yang sehat, produktif, dan membanggakan.(Tim)









