KLIKINAJA – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Provinsi Jambi turun tangan menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan pelajar di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Insiden itu di duga berasal dari menu MBG yang di produksi dapur SPPG Sengeti, Kecamatan Sekernan.
Sebagai langkah awal pengamanan, Satgas memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas dapur penyedia makanan tersebut. Kebijakan ini di berlakukan agar proses investigasi berjalan tanpa hambatan hingga hasil pemeriksaan resmi keluar.
“Untuk sementara operasional dapur kami hentikan. Ini penting agar tim bisa fokus menelusuri sumber masalah dan memastikan keamanan pangan sebelum layanan di buka kembali,” ujar Sekretaris Satgas MBG Provinsi Jambi, Johansyah.
Sampel Makanan Diuji Laboratorium
Johansyah menjelaskan, dugaan kejadian luar biasa (KLB) keracunan tersebut terjadi pada Jumat siang kemarin. Sejumlah sampel makanan yang di konsumsi para siswa telah di amankan dan di serahkan ke Dinas Kesehatan setempat untuk uji laboratorium.
“Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar evaluasi. Jika dinyatakan aman dan perbaikan di lakukan, baru operasional bisa di pertimbangkan kembali,” tambahnya.
Korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelompok bermain hingga SMA/SMK. Seluruh siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing langsung mendapat penanganan medis.
Petugas kesehatan di RSUD Ahmad Ripin membenarkan lonjakan pasien pelajar yang masuk ke instalasi gawat darurat.
“Kami fokus memberikan pertolongan dan perawatan. Soal penyebab pastinya akan ditelusuri tim berwenang,” ungkap salah seorang tenaga medis.
Pemkab Tanggung Biaya Pengobatan
Sementara itu, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menegaskan seluruh biaya pengobatan korban di tanggung pemerintah daerah.
“Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Semua korban akan mendapatkan perawatan gratis hingga pulih,” tegasnya.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama Satgas MBG berjanji akan membuka hasil investigasi kepada publik demi memastikan program makan gratis tetap aman dan layak di konsumsi para pelajar.(Tim)









