KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Sarolangun kembali melakukan penyegaran di tingkat pemerintahan desa. Bupati Sarolangun, Hurmin, melantik empat pejabat kepala desa antar waktu (PAW) dan Penjabat (Pj) Kepala Desa dalam prosesi yang di gelar di Desa Siliwangi, Kecamatan Singkut, Selasa (3/3).
Pelantikan ini di lakukan untuk mengisi kekosongan jabatan sekaligus memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan stabil. Empat pejabat tersebut terdiri dari tiga kepala desa antar waktu dan satu penjabat kepala desa yang akan melanjutkan masa jabatan sesuai aturan perundang-undangan.
Dalam sambutannya, Hurmin mengingatkan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi formal, melainkan tanggung jawab besar yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
“Selamat kepada saudara-saudara yang hari ini di lantik, jalankan tugas dengan baik,” katanya, Selasa (3/3) kemarin.
Kades Jadi Ujung Tombak Pembangunan Desa
Tiga kepala desa antar waktu yang di lantik berasal dari Desa Jati Baru Mudo dan Desa Petiduran Baru di Kecamatan Mandiangin, serta Desa Pulau Melako di Kecamatan Bathin VIII. Sementara satu pejabat di tetapkan sebagai Pj Kepala Desa Siliwangi, Kecamatan Singkut.
Hurmin menegaskan, kepala desa memegang peran strategis dalam memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran. Mereka menjadi penggerak utama dalam pembinaan masyarakat, pengelolaan anggaran desa, hingga pelayanan administrasi publik.
Ia juga menilai keberhasilan pembangunan daerah sangat di tentukan oleh kinerja aparat di tingkat desa. Ketika pemerintahan desa solid dan responsif, dampaknya akan terasa langsung bagi kesejahteraan warga.
Secara regulasi, kepala desa memiliki kewenangan luas dalam mengelola Dana Desa, menjalankan program pemberdayaan, serta menjaga stabilitas sosial. Karena itu, integritas dan kepemimpinan yang komunikatif menjadi kunci agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat.
Pesan Tegas: Dahulukan Kepentingan Umum
Dalam arahannya, Hurmin meminta para pejabat yang baru di lantik mampu membangun komunikasi yang sehat dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga. Ia menekankan pentingnya menjaga netralitas dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Bangun komunikasi yang baik, utamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ujarnya.
Pesan tersebut bukan tanpa alasan. Dinamika di tingkat desa kerap dipengaruhi berbagai kepentingan, sehingga kepala desa di tuntut mampu menjadi penengah sekaligus pemimpin yang adil.
Acara pelantikan turut di hadiri Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Sekretaris Daerah Sarolangun, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi sinyal dukungan agar para pejabat yang baru di lantik dapat bekerja optimal.
Langkah pengisian jabatan ini di harapkan mampu menjaga kesinambungan program pembangunan desa, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel di Kabupaten Sarolangun.(Tim)









