KLIKINAJA – Pembangunan Pasar Beringin di Kota Sungai Penuh resmi memasuki tahap konstruksi. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama sebagai penanda di mulainya proyek yang telah lama di nantikan para pedagang dan masyarakat.
Peristiwa itu menjadi titik awal transformasi kawasan perdagangan rakyat. Pemerintah kota ingin menghadirkan pasar yang tidak sekadar menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang ekonomi yang tertata rapi, aman, dan lebih representatif.
Langkah ini di ambil untuk menjawab kebutuhan pedagang tradisional yang selama ini menginginkan fasilitas lebih layak. Di tengah perubahan pola belanja dan meningkatnya persaingan, keberadaan pasar yang modern di nilai penting agar roda ekonomi lokal tetap bergerak.
Spesifikasi Gedung dan Fasilitas yang Disiapkan
Pekerjaan konstruksi di mulai pada 22 Oktober di atas lahan seluas 2.649 meter persegi. Bangunan di rancang memanjang 79 meter dengan lebar 30 meter ke belakang dan akan berdiri setinggi tiga lantai.
Rancangan tersebut mencakup basement parkir untuk 50 mobil serta 140 sepeda motor. Di atasnya, lantai satu dan dua masing-masing di siapkan 76 kios, sehingga total tersedia 152 kios bagi pedagang.
Penataan ini di harapkan membuat distribusi pedagang lebih teratur. Dengan ruang yang terstruktur dan akses parkir memadai, aktivitas jual beli di proyeksikan berlangsung lebih nyaman bagi pengunjung maupun pelaku usaha.
Revitalisasi pasar seperti ini kerap menjadi strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi berbasis rakyat. Pasar yang tertata tidak hanya meningkatkan estetika kota, tetapi juga memberi rasa aman serta mendukung pertumbuhan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Tantangan Lahan dan Target Percepatan Proyek
Meski proyek telah berjalan, sejumlah tantangan masih di hadapi di lapangan. Konsultan proyek memaparkan bahwa masa pekerjaan tersisa sekitar 188 hari atau lebih dari enam bulan. Kendala utama berasal dari kondisi lahan yang di penuhi bebatuan serta adanya sisa pondasi bangunan lama yang memerlukan waktu pembersihan lebih lama.
Guna mengejar progres, tim pelaksana bersama pihak terkait menyusun action plan percepatan selama 30 hari kalender, terhitung Januari hingga Februari. Fokus pekerjaan di arahkan pada penyelesaian struktur bawah dan atas basement agar tahapan berikutnya bisa segera di kebut.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jambi, Edia Putra, menekankan bahwa proyek ini harus memberi manfaat luas. “Target kita adalah manfaat pembangunan ini benar-benar di rasakan oleh seluruh masyarakat Sungai Penuh. Pasar Beringin harus menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif dan memberi dampak luas,” ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Alfin memastikan kualitas bangunan tetap menjadi prioritas. “Proses pekerjaan tetap berjalan sesuai tahapan dan tepat waktu. Kita ingin pasar ini di bangun dengan kualitas terbaik, memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung,” tegasnya.
Ia berharap Pasar Beringin kelak menjadi simbol kemajuan kota. Apresiasi pun di sampaikan kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat yang memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh tokoh adat dan tokoh masyarakat yang telah mendukung pembangunan ini. Semoga Pasar Beringin benar-benar menjadi pusat ekonomi rakyat yang membawa kesejahteraan bagi Kota Sungai Penuh,” tutupnya.
Pembangunan ini bukan hanya tentang berdirinya gedung baru. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan pasar tradisional tetap relevan di era modern, mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan, dan tetap menjadi ruang interaksi sosial masyarakat.
Jika target pengerjaan tercapai sesuai jadwal, Pasar Beringin berpeluang menjadi ikon baru yang memperkuat identitas Kota Sungai Penuh sebagai kota perdagangan yang dinamis.(Tim)









