Penataan Lembaga Adat dan Aek Meliuk Dikebut, Rampung 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus memacu pengembangan wisata budaya melalui pembenahan kawasan Lembaga Adat Batang Hari dan Aek Meliuk. Dua lokasi ini di siapkan sebagai ruang publik modern yang tetap berpijak pada nilai tradisi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

Upaya penataan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk memperluas pilihan destinasi wisata di Batang Hari. Selama ini, potensi budaya lokal di nilai belum tergarap optimal, padahal minat masyarakat terhadap wisata berbasis kearifan lokal terus meningkat.

Ruang Publik Baru Berbasis Budaya dan Rekreasi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Batang Hari, Ajrisa Windra, menjelaskan bahwa proyek ini awalnya ditargetkan selesai pada 2025. Namun kondisi alam berkata lain. Hujan berkepanjangan disertai cuaca ekstrem membuat sejumlah tahapan pembangunan berjalan lebih lambat dari rencana.

Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire Terbaru 20 Desember 2025 Siap Diklaim

Ia menyebutkan, waktu penyelesaian kini bergeser hingga akhir Februari 2026 agar kualitas infrastruktur tetap terjaga. Pihaknya memilih tidak memaksakan pekerjaan di tengah kondisi cuaca yang berisiko merusak konstruksi.

Ajrisa menggambarkan kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari ruang ekspresi seni, area bermain anak, hingga tempat berkumpul keluarga. Konsepnya menggabungkan fungsi rekreasi dengan pelestarian budaya lokal.

“Ke depan, tempat ini bukan hanya menjadi lokasi rekreasi, tetapi juga wadah tumbuhnya ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku UMKM lokal,” tuturnya, menegaskan harapan besar pemerintah terhadap peran kawasan tersebut.

Dorong UMKM dan Daya Tarik Wisata Baru

Sejumlah fasilitas pendukung telah berdiri di area tersebut. Sarana olahraga terbuka, taman bermain ramah anak, serta zona kuliner di rancang agar pengunjung betah berlama-lama. Kehadiran sentra makanan dan minuman di harapkan memberi ruang usaha yang lebih luas bagi pedagang kecil.

Baca Juga :  Danau Kerinci Surut Drastis, Dosen UGM Soroti PLTA dan Hutan Gundul

Ajrisa juga mengingatkan bahwa keberhasilan kawasan wisata ini tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam merawatnya. “Kita berharap fasilitas yang ada di jaga bersama agar bisa di manfaatkan dalam jangka panjang,” tutupnya.

Dari sisi ekonomi, pemerintah daerah memproyeksikan kawasan ini mampu menggerakkan perputaran uang di tingkat lokal. Pengunjung yang datang untuk menikmati pertunjukan budaya atau sekadar bersantai di yakini akan berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha sekitar.

Pengembangan Lembaga Adat dan Aek Meliuk sekaligus memperkuat identitas Batang Hari sebagai daerah yang kaya tradisi. Dengan kemasan yang lebih modern dan nyaman, wisata budaya tidak lagi di pandang kuno, melainkan menjadi pilihan rekreasi yang relevan bagi generasi muda hingga keluarga.(Tim)

Berita Terkait

67 Kopdes Merah Putih Tebo Masuk Tahap Pembangunan
Jambi Dapat PSR 7.800 Hektare, Petani Diminta Segera Daftar
OPBM Resmi Diterapkan di Kota Jambi, Kecamatan Pelayangan Tutup Total TPS Liar
Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot
Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot
PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan
Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi
Cuaca Ekstrem Dorong Risiko DBD, Kota Jambi Tingkatkan Kewaspadaan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 11:00 WIB

67 Kopdes Merah Putih Tebo Masuk Tahap Pembangunan

Senin, 9 Februari 2026 - 10:00 WIB

Jambi Dapat PSR 7.800 Hektare, Petani Diminta Segera Daftar

Senin, 9 Februari 2026 - 09:00 WIB

OPBM Resmi Diterapkan di Kota Jambi, Kecamatan Pelayangan Tutup Total TPS Liar

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:00 WIB

Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:08 WIB

Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot

Berita Terbaru

Daerah

67 Kopdes Merah Putih Tebo Masuk Tahap Pembangunan

Senin, 9 Feb 2026 - 11:00 WIB