Pencarian Dihentikan, Warga Kerinci Hanyut di Solok Selatan Belum Ditemukan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Operasi pencarian seorang warga asal Kabupaten Kerinci yang di laporkan hanyut di aliran Sungai Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, resmi di hentikan. Keputusan tersebut di ambil setelah upaya pencarian berlangsung selama tujuh hari tanpa membuahkan hasil.

Korban di ketahui bernama Asmadi (45), warga Desa Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh. Ia di laporkan hilang sejak Senin, 2 Februari 2026, ketika memancing bersama sejumlah rekannya di lokasi kejadian. Saat hendak berpindah titik memancing, korban di duga terpeleset dan langsung terseret arus sungai yang sedang deras akibat curah hujan tinggi.

Medan Sulit dan Arus Sungai Jadi Tantangan

Sejak laporan di terima, tim SAR gabungan bergerak cepat menyisir area sungai dan daratan di sekitar lokasi kejadian. Unsur yang terlibat meliputi Kantor SAR Kelas A Padang, TNI, Polri, BPBD Solok Selatan dan Kerinci, serta relawan dan masyarakat setempat.

Pencarian di lakukan dengan membagi sektor, mulai dari titik korban di duga hanyut hingga beberapa kilometer ke hilir. Perahu karet, alat selam, serta penyisiran manual di tepian sungai di kerahkan untuk memperbesar peluang menemukan korban.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa karakter sungai menjadi kendala utama. Arus yang sempit namun curam, di tambah banyaknya bebatuan besar, membuat proses pencarian tidak mudah.

“Kondisi lapangan cukup ekstrem, di tambah keterbatasan komunikasi di beberapa titik karena wilayah blank spot,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Operasi Ditutup, Keluarga Diminta Tetap Berkoordinasi

Memasuki hari ketujuh, evaluasi menyeluruh di lakukan oleh tim SAR bersama seluruh unsur yang terlibat. Hingga Minggu sore, sekitar pukul 18.30 WIB, tidak di temukan tanda-tanda keberadaan korban. Berdasarkan standar operasi dan kesepakatan bersama keluarga, pencarian akhirnya di hentikan.

Abdul Malik menyampaikan bahwa keputusan tersebut di ambil dengan pertimbangan efektivitas operasi. “Kami telah mengerahkan seluruh kemampuan maksimal selama tujuh hari. Jika ke depan ada informasi baru yang dapat di tindaklanjuti, operasi pencarian bisa di buka kembali,” katanya.

Meski operasi resmi di tutup, pihak SAR tetap mengimbau masyarakat di sepanjang aliran sungai agar segera melapor jika menemukan petunjuk atau benda yang di duga berkaitan dengan korban. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama pada musim hujan dengan debit air yang sulit di prediksi.(Tim)
Baca Juga :  KPK OTT Bupati Pati Sudewo, Masih Diperiksa Intensif di Polres Kudus

Berita Terkait

Sarjana Dominasi Pengangguran Terbuka di Provinsi Jambi
Jadwal Haji 2026 Jambi Final, Kloter Perdana Berangkat 5 Mei
67 Kopdes Merah Putih Tebo Masuk Tahap Pembangunan
Jambi Dapat PSR 7.800 Hektare, Petani Diminta Segera Daftar
OPBM Resmi Diterapkan di Kota Jambi, Kecamatan Pelayangan Tutup Total TPS Liar
Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot
Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot
PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:00 WIB

Sarjana Dominasi Pengangguran Terbuka di Provinsi Jambi

Senin, 9 Februari 2026 - 17:00 WIB

Pencarian Dihentikan, Warga Kerinci Hanyut di Solok Selatan Belum Ditemukan

Senin, 9 Februari 2026 - 15:00 WIB

Jadwal Haji 2026 Jambi Final, Kloter Perdana Berangkat 5 Mei

Senin, 9 Februari 2026 - 11:00 WIB

67 Kopdes Merah Putih Tebo Masuk Tahap Pembangunan

Senin, 9 Februari 2026 - 10:00 WIB

Jambi Dapat PSR 7.800 Hektare, Petani Diminta Segera Daftar

Berita Terbaru

Daerah

Sarjana Dominasi Pengangguran Terbuka di Provinsi Jambi

Senin, 9 Feb 2026 - 18:00 WIB