KLIKINAJA.COM – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada malam takbiran Idul Fitri 1447 H/2026 M. Pengalihan arus ini di fokuskan di sejumlah titik strategis, khususnya di wilayah Kota Sungai Penuh yang diprediksi ramai oleh aktivitas masyarakat.
Langkah ini di lakukan guna mengurai kepadatan lalu lintas serta memastikan keamanan dan kenyamanan warga yang merayakan malam takbiran di ruang publik, termasuk di kawasan Lapangan Merdeka.
Pengalihan Arus di Sungai Penuh
Untuk kendaraan yang datang dari arah Semurup maupun Simpang Lima RSUD MHA Thalib, pengendara tidak di perkenankan melintas langsung menuju Lapangan Merdeka. Arus lalu lintas di alihkan melalui beberapa jalur alternatif.
Pengendara dapat memilih rute menuju eks Lapangan Pemda atau melalui jalur Dusun Baru yang terhubung ke Simpang Masjid Raya dan Simpang Rumah Makan Keluarga. Jalur ini di siapkan untuk menghindari penumpukan kendaraan di pusat keramaian.
Sementara itu, bagi kendaraan dari arah Tanah Kampung, tersedia sejumlah opsi jalur pengalihan. Pengendara dapat melintas melalui Jalan Baru atau mengambil arah kiri di Simpang Panik.
Alternatif lainnya meliputi Simpang PLN, Simpang Kodim, Simpang Masjid Baiturrahman, Simpang Pos Lantas, Simpang Berok, hingga Simpang Lima. Jalur-jalur ini disiapkan sebagai distribusi arus kendaraan agar tetap lancar selama malam takbiran berlangsung.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Selain pengaturan arus, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas selama berkendara. Kesadaran pengendara menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban di tengah meningkatnya mobilitas.
Pengguna jalan di minta mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan. Kehadiran personel di sejumlah titik di harapkan dapat membantu mengatur arus kendaraan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Malam takbiran setiap tahunnya selalu di warnai peningkatan aktivitas warga, baik untuk beribadah maupun berkumpul bersama keluarga. Kondisi ini sering kali berdampak pada kepadatan lalu lintas di pusat kota.
Karena itu, rekayasa lalu lintas menjadi langkah preventif agar perayaan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kelancaran mobilitas masyarakat secara keseluruhan.(Tim)









