BKPSDMD Catat 129 ASN Tanjab Timur Pensiun Tahun Ini, Pensiun Dini Mandek

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

KLIKINAJA – Pergerakan data kepegawaian di lingkungan Muara Sabak kembali menjadi perhatian publik. Catatan resmi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menunjukkan adanya permohonan pensiun dini dari aparatur sipil negara sepanjang 2024, namun kondisi itu tidak berulang pada tahun berjalan.

Sekretaris BKPSDMD, Ahsyatta, memaparkan bahwa pada tahun lalu terdapat tiga ASN yang memutuskan mengakhiri masa kerja lebih cepat dari batas usia pensiun. Ketiganya berasal dari posisi dan latar belakang berbeda.

“Pada tahun lalu ada tiga pengajuan pensiun dini. Satu berasal dari pejabat eselon II, satu dari tenaga guru, dan satu lagi dari pejabat pelaksana,” tuturnya.

Seluruh permohonan tersebut, kata Ahsyatta, telah di tangani sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Memasuki 2025, pihaknya belum menerima satu pun berkas serupa dari ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Baca Juga :  Rekomendasi Mobil SUV Mirip Pajero Sport

“Untuk tahun ini belum ada pengajuan pensiun dini yang masuk ke BKPSDMD,” katanya menegaskan.

Walau tidak ada lonjakan pensiun dini, gelombang pensiun reguler tetap berjalan. Berdasarkan pendataan terbaru, sebanyak 129 ASN di Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan memasuki masa purna tugas sepanjang 2025 karena telah mencapai batas usia pensiun.

Para pegawai tersebut berasal dari berbagai sektor vital pelayanan publik. Dunia pendidikan dan layanan kesehatan menjadi dua bidang dengan jumlah ASN pensiun paling dominan tahun ini.

“Jumlahnya cukup besar, terdiri dari tenaga kesehatan, guru, serta tenaga pendidikan lainnya,” jelas Ahsyatta.

BKPSDMD Siapkan Pemetaan Pegawai Menyusul Lonjakan Purna Tugas 2025

Di sisi lain, BKPSDMD juga mencatat adanya sembilan ASN yang wafat sepanjang 2025 berdasarkan laporan sementara yang masuk hingga awal tahun.

Baca Juga :  Kejari Sungaipenuh Perkuat Keterbukaan Publik Lewat Coffee Morning Bersama Media

Perubahan komposisi pegawai ini membawa konsekuensi serius bagi pemerintah daerah. Berkurangnya tenaga berpengalaman di sektor strategis berpotensi memengaruhi kualitas layanan jika tidak di imbangi dengan perencanaan rekrutmen dan redistribusi pegawai yang matang.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak daerah di Indonesia menghadapi tantangan serupa, terutama akibat gelombang pensiun massal ASN yang direkrut pada era 1990-an. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah lebih adaptif menyusun kebutuhan formasi baru, sekaligus memaksimalkan kinerja pegawai yang ada.

“Data kepegawaian ini kami gunakan sebagai bahan perencanaan pengisian jabatan dan kebutuhan ASN agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal, terutama di sektor strategis,” pungkasnya.(Tim)

Berita Terkait

Dana Desa Tanjabtim 2026 Anjlok 63 Persen, Pembangunan Desa Tertekan
Musrenbang Mendahara Memanas, Lima Kades Walk Out Tuntut Keadilan Pembangunan
Kuota LPG 3 Kg Diperketat 2026, Pangkalan di Tanjabtim Dibatasi 200 Tabung
Harga Kelapa Anjlok di Tanjabtim, Cuaca Ekstrem Tekan Panen Petani
Cuaca Ekstrem Pukul Pesisir Tanjabtim, Nelayan Tinggalkan Laut Sementara
Abrasi Pesisir Tanjab Timur Meluas, 921 Hektare Tergerus Laut
Dishub Tanjabtim Garap Retribusi Labuh Tambat Dongkrak PAD
Buaya Senyulong Muncul di Permukiman Rantau Rasau, Warga Khawatir Keselamatan Anak-anak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 06:00 WIB

Dana Desa Tanjabtim 2026 Anjlok 63 Persen, Pembangunan Desa Tertekan

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:00 WIB

Musrenbang Mendahara Memanas, Lima Kades Walk Out Tuntut Keadilan Pembangunan

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:00 WIB

BKPSDMD Catat 129 ASN Tanjab Timur Pensiun Tahun Ini, Pensiun Dini Mandek

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:00 WIB

Kuota LPG 3 Kg Diperketat 2026, Pangkalan di Tanjabtim Dibatasi 200 Tabung

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:00 WIB

Harga Kelapa Anjlok di Tanjabtim, Cuaca Ekstrem Tekan Panen Petani

Berita Terbaru