Debit Air PLTA Kerinci Disorot, Dosen UGM Ungkap Peran Danau Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Aliran air di wilayah hilir Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci belakangan memicu keresahan warga. Sawah mulai kekurangan pasokan, sungai tak sederas biasanya. Situasi ini menarik perhatian kalangan akademisi, termasuk dosen dari Universitas Gadjah Mada, Dr.Eng. Ir. Akmaluddin, S.T., M.T., IPM.

Pengajar di Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM itu menilai, selama ini publik menerima informasi yang kurang tepat soal sumber utama air yang mengalir ke bendungan PLTA. Klaim bahwa pasokan terbesar berasal dari aliran sungai tertentu di nilai tidak sejalan dengan data hidrologi.

Menurut Akmaluddin, jika di telusuri dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS), justru Danau Kerinci memegang peran paling besar dalam menyuplai air ke sistem PLTA.

“Kalau kita hitung berdasarkan DAS, sekitar 60 persen lebih wilayah tangkapan air berasal dari Danau Kerinci. Sementara DAS Batang Merangin jauh lebih kecil kontribusinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Kerinci Tunjuk Plt Kades Jaga Layanan Desa

Ia menjelaskan bahwa pemetaan hidrologi memperlihatkan danau tersebut menjadi penyangga utama debit air, terutama saat curah hujan menurun. Tanpa peran Danau Kerinci, stabilitas pasokan air ke bendungan akan jauh lebih rapuh.

Tak hanya soal sumber air, Akmaluddin juga meluruskan narasi yang berkembang terkait operasional turbin. Informasi yang menyebut hanya di lakukan uji coba di nilainya kurang tepat.

“Bukan uji coba dalam arti sementara. Realitanya, debit air yang tersedia memang hanya cukup untuk menggerakkan satu turbin. Turbin lainnya belum bisa berfungsi maksimal karena suplai air terbatas,” katanya.

Tekanan terhadap ketersediaan air, lanjutnya, tidak lepas dari kewajiban produksi listrik yang telah dikontrak dengan Perusahaan Listrik Negara. Demi memenuhi target pasokan energi, pengelola PLTA menyalurkan air dari Bendung Pulau Pandan menuju Dam Bedeng V semaksimal mungkin.

Baca Juga :  Inilah Surga Petualangan Alam Indonesia: Rekomendasi Destinasi Terbaik untuk Pencinta Alam

“Karena ada kontrak suplai listrik, maka air yang di alirkan ke sistem PLTA di maksimalkan sebisa mungkin. Akibatnya, wilayah hilir merasakan penurunan debit yang cukup signifikan,” ucapnya.

Dalam konteks yang lebih luas, Akmaluddin mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya air tidak bisa semata berpijak pada kebutuhan energi. Sungai dan danau juga menjadi penopang utama pertanian, perikanan, hingga keseimbangan ekosistem.

“Kalau terus di paksakan tanpa perhitungan DAS yang tepat, dampaknya bisa panjang  mulai dari kekeringan lahan pertanian hingga gangguan ekologi sungai,” pungkasnya.

Sorotan ini mempertegas pentingnya evaluasi berbasis data ilmiah dalam proyek infrastruktur energi. Bagi masyarakat Kerinci, keberlanjutan sumber air bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut kehidupan sehari-hari yang bergantung pada alam.(Tim)

Berita Terkait

Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot
Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot
PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan
Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi
Cuaca Ekstrem Dorong Risiko DBD, Kota Jambi Tingkatkan Kewaspadaan
Rutan Sungai Penuh Overkapasitas, Dihuni 218 Warga Binaan
Luas Sawah Merangin Naik 11 Persen, Ketahanan Pangan Diperkuat
RSUD Kerinci Masuk Prioritas Nasional, Naik Kelas 2026
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:00 WIB

Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:00 WIB

PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:00 WIB

Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:00 WIB

Cuaca Ekstrem Dorong Risiko DBD, Kota Jambi Tingkatkan Kewaspadaan

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:00 WIB

Rutan Sungai Penuh Overkapasitas, Dihuni 218 Warga Binaan

Berita Terbaru

Bisnis

Honda BeAT Connected 125 2026 Hadir, Mesin Naik Kelas

Minggu, 8 Feb 2026 - 18:26 WIB