KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Bungo mulai mengakselerasi penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat lewat Gerakan Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Program tersebut resmi di luncurkan oleh H. Dedi Putra di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, Jumat pagi.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam wajah Posyandu yang kini tak lagi fokus semata pada balita. Pemerintah daerah mendorong Posyandu menjadi pusat layanan dasar terpadu lintas sektor yang menyentuh seluruh lapisan usia masyarakat di Kabupaten Bungo.
Posyandu Beralih Fungsi Jadi Pusat Layanan Masyarakat
Dalam sambutannya, Bupati Dedi Putra menggambarkan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan promotif dan preventif di tingkat desa. Enam bidang SPM menjadi fondasi utama transformasi ini, mulai dari kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, hingga perlindungan sosial.
“Transformasi ini menjadikan Posyandu lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini. Bukan hanya soal timbang bayi, tapi pusat edukasi, pencegahan penyakit, dan deteksi dini masalah sosial-kesehatan,” ujar Dedi Putra.
Perluasan peran tersebut membuat Posyandu kini melayani remaja, orang dewasa, sampai lanjut usia. Pemerintah menilai pendekatan ini akan mempercepat pencapaian target pelayanan dasar sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat dari tingkat paling bawah.
Di banyak daerah, model layanan terpadu terbukti lebih efektif karena mendekatkan akses kesehatan langsung ke lingkungan warga. Hal ini juga mengurangi ketergantungan masyarakat pada fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang kerap terkendala jarak dan biaya.
Fokus Penurunan Stunting Lewat Program Pendampingan
Kepala Dinas Kesehatan melaporkan, Kabupaten Bungo saat ini memiliki 289 Posyandu aktif yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Meski jumlahnya cukup besar, tingkat kunjungan warga masih menjadi pekerjaan rumah, termasuk optimalisasi sistem e-Posyandu di tingkat kecamatan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendeteksi balita bermasalah gizi. Anak yang tidak mengalami kenaikan berat badan menjadi prioritas pendampingan agar segera mendapat intervensi yang sesuai.
Komitmen ini di perkuat lewat peluncuran program “Canting Bungo Terbaru: Dampingi Balita Tidak Naik Berat Badan” yang diarahkan khusus untuk percepatan penurunan angka stunting di daerah.
Berbagai aktivitas lapangan turut di gelar dalam rangkaian Gerak Posyandu 6 SPM. Mulai dari simulasi layanan terpadu, pengukuran status gizi, penyerahan penghargaan bagi kader Posyandu, hingga bantuan bagi ibu hamil kekurangan energi kronis dan balita bermasalah gizi.
Warga juga mendapatkan layanan kesehatan langsung dari dokter spesialis anak, di sertai kelas ibu hamil serta senam bersama yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat sejak dini.
Melalui penguatan Posyandu ini, pemerintah daerah berharap kualitas layanan dasar semakin merata dan mudah di akses. Kesadaran masyarakat untuk rutin memanfaatkan Posyandu pun di targetkan meningkat secara signifikan.
“Jika Posyandu berjalan optimal, maka penurunan stunting, kematian ibu, dan bayi bisa kita tekan secara signifikan,” tegas Bupati.
Kegiatan tersebut di hadiri Wakil Bupati, unsur Forkopimda, jajaran kepala OPD, para camat, kepala desa, serta ratusan kader Posyandu dari berbagai wilayah di Kabupaten Bungo.(Tim)









