PPPK Paruh Waktu Dapat THR Lebaran 2026? Ini Penjelasan dan Perkiraannya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Pemerintah memastikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu tetap memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) pada Lebaran 2026. Status mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi dasar pemberian tunjangan yang sama seperti pegawai ASN lainnya, termasuk gaji ke-13.

Kepastian tersebut merujuk pada ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024, yang mengatur komponen penerimaan ASN, serta Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025 yang menetapkan skema baru kepegawaian bagi PPPK Paruh Waktu.

Status dan Hak PPPK Paruh Waktu dalam Aturan Baru

PPPK Paruh Waktu merupakan pegawai ASN yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja dengan durasi jam kerja lebih sedikit dari PPPK Penuh Waktu. Mereka menerima upah sesuai kemampuan anggaran pemerintah daerah atau instansi masing-masing.

Melalui aturan KemenPAN-RB, PPPK Paruh Waktu diberikan Nomor Induk PPPK (NI PPPK) sebagai identitas resmi kepegawaian. Dengan status tersebut, pegawai berhak atas sejumlah fasilitas, seperti:

tunjangan kinerja,

tunjangan pangan,

tunjangan jabatan,

tunjangan transportasi,

fasilitas perlindungan sosial,

tunjangan keluarga bagi yang memenuhi syarat.

Gaji PPPK Paruh Waktu sendiri mengacu pada upah terakhir sebagai tenaga non-ASN atau upah minimum di daerah penugasan, tergantung mana yang lebih tinggi. Nilai ini sangat ditentukan oleh kapasitas anggaran pemerintah daerah.

Baca Juga :  Satu Peserta Gugur, 27 Lolos ke Tahap Wawancara Seleksi Jabatan Pimpinan

Apakah PPPK Paruh Waktu Mendapat THR 2026?

Jawabannya: Ya. PPPK Paruh Waktu berhak menerima THR Lebaran 2026.

Hal ini menegaskan bahwa seluruh ASN, termasuk PPPK Paruh Waktu, tercakup dalam mekanisme pemberian THR dan gaji ke-13 setiap tahun. Tunjangan diberikan sekitar 10 hari kerja sebelum Idulfitri, menyesuaikan jadwal nasional.

Durasi kontrak PPPK Paruh Waktu ditetapkan selama satu tahun, dengan evaluasi kinerja dilakukan setiap tiga bulan dan evaluasi tahunan. Melalui mekanisme tersebut, pegawai dapat diusulkan menjadi PPPK Penuh Waktu tanpa seleksi ulang apabila kinerjanya dinilai baik.

Perkiraan Besaran THR Lebaran 2026

Hingga saat ini, belum ada acuan pasti apakah gaji PPPK Paruh Waktu untuk penghitungan THR mengacu pada upah minimum 2025 atau upah minimum 2026. Jika pemerintah memakai standar tahun berjalan, nominalnya berpotensi naik.

Sebagai gambaran, berikut perkiraan kisaran THR 2026 jika menggunakan UM 2025 sebagai dasar penghitungan:

DKI Jakarta: Rp5.396.761

Sulawesi Utara: Rp3.775.425

Aceh: Rp3.685.616

Sumatra Selatan: Rp3.681.571

Kep. Bangka Belitung: Rp3.876.600

Papua & Papua Selatan: Rp4.285.850

Papua Tengah & Papua Pegunungan: Rp4.285.848

Baca Juga :  Dari Honorer ke PPPK Paruh Waktu, Berapa Gaji yang Diterima 2026?

Sulawesi Selatan: Rp3.657.527

Jawa Tengah: Rp2.169.349

Jawa Barat: Rp2.191.232

Jawa Timur: Rp2.305.985

NTT: Rp2.328.969

Lampung: Rp2.893.070

Jambi: Rp3.234.535

dan provinsi lainnya dengan variasi sesuai upah minimum setempat.

Nilai tersebut hanyalah perkiraan, karena realisasi pembayaran tetap menunggu kebijakan resmi pemerintah dan ketersediaan anggaran daerah. Pemda yang memiliki kapasitas fiskal lebih besar berpotensi memberikan tunjangan yang lebih optimal.

Prospek Pengangkatan Menjadi PPPK Penuh Waktu

Aturan baru KemenPAN-RB memberikan peluang bagi PPPK Paruh Waktu untuk beralih menjadi PPPK Penuh Waktu tanpa tes ulang. Proses ini dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja triwulan dan tahunan.

Jika kinerja dinilai memenuhi standar, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dapat mengusulkan pengangkatan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, keputusan akhir tetap mempertimbangkan:

kecukupan anggaran,

kebutuhan formasi, dan

prioritas pelayanan di masing-masing instansi.

PPPK Paruh Waktu tetap mendapatkan hak yang sama sebagai ASN, termasuk THR Lebaran 2026 dan gaji ke-13. Besaran tunjangan sangat dipengaruhi kemampuan anggaran daerah dan regulasi yang berlaku.

Dengan skema yang lebih fleksibel, pemerintah berharap formasi PPPK Paruh Waktu dapat menjaga keberlangsungan pelayanan publik sekaligus memberikan kepastian bagi tenaga non-ASN yang selama ini bekerja tanpa status tetap.(Tim)

Berita Terkait

Bansos Maret 2026 Masih Disalurkan, Cek Jadwal dan Penerima PKH BPNT
Pemerintah Terapkan WFH ASN Usai Lebaran untuk Hemat BBM
58 ASN Dipecat, Pemerintah Perketat Pembersihan KKN di Birokrasi
Jadwal Masuk Kerja PNS 2026 Usai Lebaran dan Skema WFA
Jadwal Masuk Kerja Usai Lebaran 2026, ASN dan Swasta WFA 3 Hari
Menkeu Purbaya Batasi Anggaran K/L, APBN Dijaga Ketat
Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global
Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:00 WIB

Bansos Maret 2026 Masih Disalurkan, Cek Jadwal dan Penerima PKH BPNT

Senin, 23 Maret 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah Terapkan WFH ASN Usai Lebaran untuk Hemat BBM

Senin, 23 Maret 2026 - 11:00 WIB

58 ASN Dipecat, Pemerintah Perketat Pembersihan KKN di Birokrasi

Senin, 23 Maret 2026 - 10:00 WIB

Jadwal Masuk Kerja PNS 2026 Usai Lebaran dan Skema WFA

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:09 WIB

Jadwal Masuk Kerja Usai Lebaran 2026, ASN dan Swasta WFA 3 Hari

Berita Terbaru