KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Bungo menandai langkah baru dalam penguatan ekonomi masyarakat dengan meluncurkan Program Keluarga Unggul. Agenda yang digelar di Muarabungo itu di hadiri puluhan warga, pelaku UMKM, serta para guru ngaji yang menjadi bagian dari sasaran program.
Inisiatif ini di gerakkan melalui kolaborasi antara NU Care-LAZISNU, Pemerintah Kabupaten Bungo, dan PT Indomarco Prismatama. Sinergi tersebut diarahkan untuk menghadirkan intervensi yang bukan hanya bersifat bantuan, melainkan pemberdayaan berkelanjutan.
Bupati Bungo, Dedy Putra, menyampaikan bahwa program ini di siapkan sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi keluarga dari level paling bawah.
“Ini bukan hanya bantuan sesaat. Program ini di rancang agar manfaatnya langsung di rasakan masyarakat dan dapat berkembang ke kecamatan lain,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menilai Bungo memiliki sumber daya manusia yang potensial serta geliat usaha mikro yang terus tumbuh. Tantangannya terletak pada pola pembinaan dan tata kelola yang lebih terstruktur agar pelaku usaha kecil bisa naik kelas.
“Kolaborasi seperti ini sangat kami dukung. Jika di kelola dengan baik, potensi masyarakat akan tumbuh dan memberikan dampak luas,” tambahnya.
Bungo Jadi Proyek Percontohan Nasional
Dukungan juga datang dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jambi. Direktur PWNU Jambi, Prof. Iskandar Nazari, menjelaskan bahwa Bungo di pilih sebagai daerah pertama sekaligus model nasional pelaksanaan Program Keluarga Unggul.
Bantuan yang di gulirkan mencakup satu unit mobil operasional untuk mendukung aktivitas filantropi, 30 gerobak UMKM yang di sertai modal usaha dan pelatihan, insentif bagi guru ngaji, serta percepatan pembangunan ruang belajar madrasah dan TPQ.
Program ini juga berada dalam pembinaan langsung LAZISNU PBNU agar pelaksanaannya terukur dan memiliki dampak jangka panjang.
“Bungo menjadi proyek utama. Kami ingin bantuan ini benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat bawah sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan,” ujar Iskandar yang juga guru besar UIN STS Jambi.
Lanjutan Digdaya Nusantara dan Strategi Keberlanjutan
Program Keluarga Unggul merupakan pengembangan dari Digdaya Nusantara yang telah berjalan di tujuh provinsi, termasuk Jambi. Skema yang di gunakan tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga pendampingan usaha, penguatan kapasitas, dan dukungan kebijakan daerah.
Model seperti ini di nilai lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Pelaku UMKM, misalnya, tidak hanya memerlukan modal, tetapi juga akses pasar, manajemen sederhana, hingga literasi keuangan.
Sementara bagi lembaga pendidikan keagamaan, dukungan fasilitas dan insentif guru berperan penting dalam menjaga kualitas pembelajaran.
Iskandar berharap pemerintah daerah terus mengawal keberlanjutan program tersebut.
“Kami membutuhkan sinergi semua pihak, terutama kebijakan yang mendukung dari pemerintah daerah. Dengan begitu, program ini bisa tumbuh dan bertahan lama,” pungkasnya.
Peluncuran ini menjadi sinyal bahwa penguatan ekonomi keluarga dan pendidikan keagamaan bisa berjalan beriringan. Jika konsisten di jalankan, model kolaboratif seperti di Bungo berpotensi di replikasi di daerah lain.(Tim)









