KLIKINAJA – Malam hari di Kota Sarolangun kini tak lagi di dominasi ruas gelap. Penerangan jalan yang di gulirkan Pemerintah Kabupaten Sarolangun di bawah kepemimpinan Bupati H Hurmin bersama Wakil Bupati Gerry Trisatwika mulai mengubah wajah wilayah perkotaan hingga lingkungan permukiman warga.
Program yang menyasar jalur utama kota, kawasan perumahan, hingga wilayah pedesaan ini di kelola oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Sarolangun. Dalam beberapa bulan terakhir, ribuan titik lampu jalan telah terpasang dan langsung di rasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Jika sebelumnya sejumlah ruas masih minim penerangan, kini suasana malam tampak lebih hidup. Cahaya lampu jalan memberi rasa aman bagi pengendara, pejalan kaki, serta warga yang beraktivitas hingga larut malam.
Kepala DPKPP Kabupaten Sarolangun, Drs Tarmizi, melalui Kepala Bidang Kawasan Permukiman Bustari, ST, menyebut pemerintah daerah saat ini mengelola sekitar 4.000 unit lampu jalan yang telah menjadi aset resmi Pemkab Sarolangun.
Menurut Bustari, realisasi program yang di gagas bupati mulai menunjukkan dampak nyata, khususnya di pusat kota dan wilayah sekitarnya.
“Program penerangan ini sudah berjalan dan manfaatnya terasa. Di pusat kota kini jauh lebih terang di banding sebelumnya. Alhamdulillah sebagian besar sudah terlaksana dan masyarakat merasakan langsung dampaknya,” ujar Bustari, Kamis (29/1/2026).
Upaya peningkatan penerangan belum berhenti di situ. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan stok lampu jalan sebagai langkah antisipasi terhadap kerusakan sekaligus memperluas cakupan pemasangan.
Bustari mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 lalu, DPKPP telah menyediakan sekitar 1.500 unit lampu baru yang di peruntukkan bagi penggantian fasilitas yang rusak maupun pemasangan di titik-titik baru.
Lampu tersebut digunakan untuk memastikan jalur yang sebelumnya gelap bisa segera di terangi, sekaligus menjaga agar lampu yang sudah terpasang tetap berfungsi optimal.
“Harapannya tentu tidak banyak lagi lampu yang rusak, namun seiring waktu pasti ada perawatan dan penggantian. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam menciptakan lingkungan yang lebih terang dan aman,” katanya.
Cakupan program Sarolangun Terang Benderang juga diarahkan menembus wilayah pedesaan, terutama desa yang berada di sekitar kawasan perkotaan. Pemerintah berharap penerangan dapat di nikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan dukungan anggaran yang stabil, target penerangan menyeluruh di jalur permukiman dan akses desa menjadi prioritas pembangunan infrastruktur dasar.
Bustari menilai manfaat program ini bukan hanya soal cahaya di malam hari, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup warga, mulai dari keamanan lingkungan hingga kenyamanan hunian.
“Dulu banyak titik yang gelap, sekarang sudah terang. Ini program yang sangat baik karena berpengaruh langsung pada kepuasan masyarakat terhadap lingkungan, keamanan, dan ketertiban,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini akan terus berjalan dalam jangka panjang seiring upaya pemerintah memperbaiki kondisi fiskal daerah.
“Kami berharap bapak bupati selalu sehat, keuangan daerah semakin membaik, masyarakat semakin sejahtera, dan Sarolangun terus maju. Program ini akan terus kita dorong agar seluruh wilayah merasakan manfaatnya,” tutup Bustari.
Program penerangan jalan ini dinilai menjadi salah satu fondasi penting pembangunan kawasan, karena berperan langsung dalam menekan potensi kecelakaan, meningkatkan aktivitas ekonomi malam hari, serta menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman.
Di sejumlah daerah, penerangan jalan terbukti berkorelasi dengan meningkatnya rasa aman warga serta pertumbuhan usaha kecil yang beroperasi hingga malam. Sarolangun kini mulai bergerak ke arah yang sama, memanfaatkan infrastruktur dasar sebagai pendorong kualitas hidup masyarakat.(Tim)









