KLIKINAJA – Penderita maag tetap memiliki peluang menjalankan ibadah puasa tanpa gangguan berarti, selama kondisi lambung dalam keadaan stabil dan terkontrol. Kedisiplinan dalam mengatur pola makan menjadi faktor penentu agar gejala seperti nyeri ulu hati, mual, atau sensasi panas di dada tidak kambuh saat berpuasa.
Secara medis, maag atau gangguan asam lambung terjadi akibat peningkatan produksi asam yang mengiritasi dinding lambung. Kondisi ini bisa di picu oleh pola makan tidak teratur, konsumsi makanan tertentu, hingga stres. Ketika memasuki bulan puasa, perubahan jam makan sering menimbulkan kekhawatiran bagi penderita maag.
Namun, bagi mereka yang mengalami maag ringan hingga sedang, puasa justru dapat membantu menata ulang kebiasaan makan. Pola makan yang lebih terjadwal antara sahur dan berbuka berpotensi membuat produksi asam lambung lebih stabil setelah tubuh beradaptasi, biasanya dalam pekan pertama.
Sahur Jangan Sampai Terlewat
Sahur memegang peran penting karena menjadi sumber energi utama selama lebih dari 12 jam berpuasa. Lambung yang kosong terlalu lama berisiko memicu peningkatan asam sehingga menimbulkan rasa perih.
Menu sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar rasa kenyang bertahan lebih lama. Kombinasikan dengan protein rendah lemak seperti telur rebus, ikan, atau ayam tanpa kulit. Sayuran dan buah yang tidak terlalu asam, misalnya pisang dan apel, juga membantu menjaga keseimbangan pencernaan.
Sebaliknya, makanan pedas, berminyak, terlalu asam, serta gorengan sebaiknya di hindari. Jenis makanan tersebut dapat memperparah iritasi pada lambung dan meningkatkan risiko kambuhnya gejala.
Berbuka dengan Porsi Kecil dan Bertahap
Saat azan magrib berkumandang, hindari kebiasaan makan berlebihan. Lambung yang kosong seharian perlu beradaptasi kembali menerima asupan makanan.
Awali berbuka dengan porsi ringan seperti kurma atau buah manis untuk membantu mengembalikan energi dan menetralkan kadar asam lambung. Setelah jeda beberapa menit, lanjutkan dengan makanan utama yang rendah lemak dan tidak pedas.
Minuman berkafein seperti kopi atau teh pekat, soda, cokelat, serta makanan berlemak tinggi sebaiknya di batasi. Konsumsi berlebihan dapat memicu refluks atau naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Hindari Langsung Tidur Setelah Sahur
Kebiasaan langsung berbaring setelah sahur sering menjadi pemicu asam lambung naik. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan baik.
Memberi jeda sekitar 30 hingga 60 menit sebelum kembali tidur dapat membantu proses pencernaan berjalan lebih optimal. Aktivitas ringan seperti berjalan santai di dalam rumah cukup membantu mencegah refluks.
Bagi penderita maag kronis atau yang sudah memiliki luka pada lambung, konsultasi medis tetap di anjurkan sebelum berpuasa. Dokter biasanya akan menyesuaikan jadwal konsumsi obat agar tetap efektif selama Ramadan.
Di sisi lain, menjaga stres dan memperhatikan kualitas tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan lambung. Tekanan emosional yang tidak terkelola dapat meningkatkan produksi asam. Karena itu, puasa dapat menjadi momentum memperbaiki gaya hidup secara menyeluruh tidak hanya soal makan, tetapi juga ritme harian yang lebih teratur.
Dengan perencanaan menu yang tepat serta disiplin menjalani pola hidup sehat, penderita maag tetap dapat berpuasa dengan nyaman dan aman.(Tim)









