KLIKINAJA – Umat Islam di Indonesia di perkirakan akan memasuki bulan suci Ramadan dalam waktu sekitar 54 hari ke depan, terhitung sejak 25 Desember 2025. Berdasarkan perhitungan kalender, awal puasa di prediksi jatuh pada 18 Februari 2026, dengan catatan menunggu penetapan resmi pemerintah.
Perkiraan tersebut menjadi acuan awal bagi masyarakat untuk menyiapkan diri menyambut bulan ibadah. Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil sidang isbat.
Penetapan Awal Puasa Menunggu Sidang Isbat
Pemerintah menegaskan bahwa kepastian awal Ramadan tetap menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat yang di gelar menjelang akhir bulan Syakban. Seperti tradisi yang berlangsung setiap tahun, pengumuman resmi biasanya di sampaikan sehari sebelum 1 Ramadan.
Dalam perhitungan sementara, sisa waktu menuju bulan puasa mencakup tujuh hari terakhir Desember 2025, 31 hari sepanjang Januari 2026, serta 17 hari pertama Februari. Jika di jumlahkan, jarak menuju Ramadan berada di kisaran 54 hari.
Perbedaan metode pengamatan hilal dan hisab kerap memengaruhi penetapan awal puasa. Karena itu, masyarakat di imbau tetap menunggu keputusan pemerintah sebagai rujukan resmi.
Persiapan Masyarakat Mulai Terasa
Mendekatnya Ramadan mulai memicu berbagai persiapan di tengah masyarakat. Sejumlah masjid dan mushala mulai menyusun agenda ibadah, seperti jadwal imam, penceramah, hingga kegiatan sosial keagamaan.
Di tingkat keluarga, persiapan juga di lakukan secara bertahap. Masyarakat mulai menata kebutuhan sehari-hari, meningkatkan kualitas ibadah, serta merencanakan aktivitas selama bulan puasa agar berjalan lebih tertib dan khusyuk.
Dampak Ramadan pada Aktivitas Sosial dan Ekonomi
Selain berdimensi spiritual, Ramadan juga membawa dampak sosial dan ekonomi. Pelaku usaha mulai bersiap menghadapi peningkatan permintaan, khususnya bahan pangan dan perlengkapan ibadah yang biasanya melonjak menjelang puasa.
Pemerintah pusat dan daerah umumnya turut mengambil langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok. Koordinasi lintas sektor di lakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa tekanan ekonomi berlebihan.
Ramadan juga kerap menjadi momentum penguatan solidaritas sosial. Berbagai komunitas dan lembaga sosial mulai merancang program berbagi, mulai dari pembagian takjil hingga bantuan bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan waktu sekitar dua bulan tersisa, masyarakat di harapkan dapat memanfaatkan masa persiapan Ramadan secara optimal. Meski awal puasa di perkirakan jatuh pada 18 Februari 2026, kepastian tanggal tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.(Tim)









