KLIKINAJA, SUNGAIPENUH – Wacana perombakan struktur pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sungaipenuh kembali mencuri perhatian publik. Setelah delapan bulan memimpin, Wali Kota Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah hingga kini belum melakukan rotasi maupun mutasi aparatur, sebuah langkah yang biasanya dilakukan tak lama setelah kepala daerah dilantik.
Kondisi itu memunculkan spekulasi di kalangan birokrat dan masyarakat mengenai arah kebijakan duo Alfin–Azhar. Banyak pihak menilai penyegaran organisasi diperlukan untuk memastikan roda pemerintahan berjalan optimal dan sesuai visi kepemimpinan baru.
Pembahasan Reshuffle Sudah Masuk Tahap Serius
Wakil Wali Kota Azhar Hamzah tidak menampik bahwa diskusi mengenai reshuffle sudah berlangsung intens. Ia menjelaskan, pemerintah daerah memilih mengambil langkah hati-hati agar formasi baru yang ditetapkan benar-benar sesuai kebutuhan organisasi.
“InsyaAllah ada. Kita tidak ingin terburu-buru karena yang dipilih harus sesuai kapasitas dan kemauan bekerja. Semua menunggu arahan Pak Wali,” ujarnya, belum lama ini.
Menurut Azhar, penyusunan struktur membutuhkan evaluasi mendalam terhadap kinerja pegawai. Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin memilih orang yang tepat, bukan sekadar melakukan rotasi rutin.
Evaluasi ASN Sedang Berjalan
Wali Kota Alfin menambahkan bahwa proses evaluasi aparatur kini dilakukan lebih sistematis dibandingkan sebelumnya. Ia menilai mekanisme penilaian kinerja ASN sempat kurang efektif, sehingga kini Pemkot memperketat prosedurnya.
“Selama ini evaluasi kurang berjalan. Sekarang kami lakukan sesuai mekanisme yang ada. Karena itu, beberapa waktu terakhir banyak pegawai yang dipanggil BKPSDM,” ujar Alfin.
Ia menegaskan, perubahan jabatan harus mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, dan kebutuhan organisasi. Pemerintah, kata Alfin, ingin memastikan bahwa setiap pejabat yang ditempatkan nantinya mampu mendorong percepatan program pembangunan.
Jadwal Pelantikan Masih Menunggu
Saat ditanya kapan reshuffle akan diumumkan, Alfin belum memberikan waktu pasti. Ia menyebutkan bahwa agenda pemerintah daerah hingga akhir November cukup padat karena sejumlah kegiatan luar kota.
“Jadwalnya nanti dulu. Sampai tanggal 28 November, kegiatan kita masih banyak di luar kota,” kata Alfin.
Pernyataan tersebut menimbulkan dugaan bahwa pelantikan pejabat Pemkot Sungaipenuh kemungkinan besar akan dilakukan setelah rangkaian agenda tersebut rampung. Sumber internal Pemkot memperkirakan pengumuman bisa saja muncul pada akhir November atau bergeser ke awal Desember, meski belum ada konfirmasi resmi.
Publik Menanti Struktur Baru Pemerintahan
Situasi ini membuat pegawai dan masyarakat menunggu langkah strategis pemerintah kota dalam menata ulang struktur birokrasi. Sejumlah posisi disebut memerlukan penyegaran untuk mempercepat pelayanan publik dan memastikan target pembangunan tercapai sesuai agenda prioritas.
Rotasi dan mutasi jabatan biasanya menyentuh pejabat eselon II, III, dan IV, termasuk kepala sekolah. Karena itu, banyak pihak di lingkungan Pemkot mulai bersiap jika sewaktu-waktu mendapatkan undangan pelantikan.
Meskipun belum ada tanggal resmi, sinyal yang diberikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota menunjukkan bahwa proses penyusunan kabinet kerja baru sudah berada pada tahap akhir. Keputusan tersebut diyakini akan menentukan arah tata kelola pemerintahan Sungaipenuh dalam beberapa tahun ke depan.(Dea)









