KLIKINAJA – Rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi Jambi resmi bergulir dari Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (21/2/2026) malam. Agenda perdana ini di awali dengan buka puasa bersama, kemudian di lanjutkan salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Nurusa’adah, RT 14, Kelurahan Pijoan.
Gubernur Jambi, Al Haris, hadir langsung di tengah masyarakat. Ia didampingi Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir, Sekda Muaro Jambi Budhi Hartono, serta sejumlah pejabat Pemprov dan Pemkab Muaro Jambi.
Suasana masjid tampak hangat. Warga memadati area salat, sebagian memilih duduk di serambi untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang pertemuan yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat.
“Safari ini kami jalankan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan pemerintah dengan warga. Kami ingin mendengar langsung aspirasi dan persoalan yang di rasakan masyarakat, sehingga setiap hambatan bisa di carikan jalan keluar bersama,” ujar Al Haris.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat persatuan. Melalui momentum ibadah, pemerintah berharap terbangun komunikasi dua arah yang lebih terbuka, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah. Semoga seluruh masyarakat dapat menjalankan puasa dan amalan Ramadan dengan khusyuk serta meraih keberkahan,” tuturnya.
Safari Ramadan sendiri menjadi tradisi tahunan Pemprov Jambi untuk menyambangi berbagai daerah. Pola ini di nilai efektif menjaga kedekatan emosional antara kepala daerah dan warga, terutama di wilayah yang tengah berkembang pesat.
Pijoan Diproyeksikan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru
Penetapan Pijoan sebagai lokasi awal bukan tanpa pertimbangan. Pemerintah Provinsi Jambi melihat kawasan ini memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Muaro Jambi.
Keberadaan pintu tol yang sudah beroperasi serta di fungsikannya Stadion Swarnabhumi menjadi penopang utama. Infrastruktur tersebut di yakini mampu mendorong aktivitas ekonomi, mulai dari sektor UMKM hingga jasa.
Gubernur juga menyinggung rencana pembangunan Jembatan Batanghari pada 2027 serta kelanjutan proyek Tol Jambi–Kuala Tungkal–Rengat yang akan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Pijoan akan berkembang pesat. Infrastruktur yang di bangun di kawasan ini akan membuka peluang usaha baru dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Secara geografis, Pijoan berada di jalur strategis yang menghubungkan Kota Jambi dengan sejumlah wilayah penyangga. Dengan dukungan akses jalan dan fasilitas olahraga bertaraf regional, kawasan ini di proyeksikan menjadi magnet investasi sekaligus pusat aktivitas ekonomi baru.
Tausiah dan Bantuan Sosial
Rangkaian kegiatan turut di isi tausiah Ramadan oleh Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudin Abdul Wahab, M.Fil.I. Ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan pengampunan dan kesempatan memperbanyak amal kebajikan.
Sebelum salat Tarawih, Pemprov Jambi menyalurkan 20 paket sembako berupa susu dan biskuit melalui program ASN Peduli Stunting. Program ini di gerakkan aparatur sipil negara sebagai kontribusi nyata dalam menekan angka stunting di Provinsi Jambi.
Usai Tarawih, bantuan CSR sebesar Rp20 juta dari Bank 9 Jambi serta Rp5 juta dari Baznas Provinsi Jambi di serahkan kepada pengurus Masjid Nurusa’adah. Baznas juga memberikan 20 paket bantuan untuk kaum dhuafa dan anak yatim.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi sosial Ramadan, tidak hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga solidaritas. Safari Ramadan 1447 H di jadwalkan berlanjut ke kabupaten dan kota lain di Jambi, menyasar masyarakat secara langsung sekaligus memastikan arah pembangunan tetap sejalan dengan aspirasi warga.(Tim)









