KLIKINAJA, KERINCI – Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi mulai berdiri sebagai daerah otonom pada 1958. Sejak itu, kursi kepemimpinan daerah mengalami banyak pergantian, mulai dari pejabat sementara hingga bupati definitif. Berikut rangkuman lengkap perjalanan para pemimpin Kerinci dari masa ke masa berdasarkan data resmi dan arsip publik.
Awal Pembentukan Daerah dan Kepemimpinan Perdana
Kerinci resmi dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 61 Tahun 1958. Setelah wilayah tersebut ditetapkan sebagai kabupaten, pemerintah pusat menunjuk Mohd Noeh sebagai pejabat bupati pertama. Ia memimpin pada 1958 hingga 1960, menjadi tokoh awal yang mengatur fondasi pemerintahan daerah.
Pada 1960, Yusuf Nasri diangkat menjadi bupati definitif. Masa jabatannya berlangsung empat tahun hingga 1964 dan menandai tahap awal penguatan administrasi pemerintahan daerah.
Transisi Kepemimpinan pada Era 1960-an
Setelah Yusuf Nasri menyelesaikan masa tugasnya, jabatan bupati kembali diisi oleh pejabat sementara. H. Ali Hamzah dipercaya memimpin pada 1964 walau dalam waktu yang relatif singkat. Tak lama kemudian, Drs. Z. Muktar Daeng Maguna melanjutkan peran serupa pada periode 1964–1965.
Pada dekade ini, struktur pemerintahan Kerinci masih berada dalam tahap penyesuaian, sehingga pergantian pejabat sering terjadi mengikuti kebutuhan administratif saat itu.
Kekosongan Data dan Kepemimpinan pada Akhir 1970-an
Data resmi mencatat adanya kekosongan informasi untuk periode 1977–1978. Tidak terdapat keterangan jelas mengenai siapa yang menjabat pada tahun tersebut. Meski demikian, catatan selanjutnya menunjukkan bahwa Nazar Efendi, yang saat itu berpangkat Letkol, memulai masa kepemimpinan pada 1978 hingga 1983.
Perkembangan Pemerintahan di Era 1980–1990-an
Selepas Nazar Efendi, tongkat estafet beralih kepada Drs. H. Mohd. Awal untuk periode 1983–1988. Ia kemudian digantikan oleh Drs. Hasmi Muktar yang menjabat pada 1988–1993.
Pada 1993, Kerinci berada di bawah kepemimpinan Kolonel H. Bambang Sukowinarno hingga 1998. Setelah masa jabatannya berakhir, posisi bupati sempat diisi oleh H. A. Jazid Idris, SH sebagai pelaksana tugas. Namun, durasi pasti masa tugasnya tidak tercantum dalam data yang tersedia.
Kerinci Memasuki Era Reformasi
Pergantian pemimpin memasuki babak baru pada 1999 dengan dilantiknya Letkol Czi (Purn.) H. Fauzi Siin. Ia memimpin selama satu dekade penuh hingga 2009, menjadikannya salah satu pemimpin dengan masa jabatan terpanjang.
Kursi bupati kemudian ditempati H. Murasman untuk periode 2009–2014. Di masa ini, sejumlah program pembangunan menjadi fokus utama, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang memperkuat otonomi daerah.
Dua Dekade Terakhir Hingga Kepemimpinan Terkini
Pada 2014, Dr. H. Adirozal, M.Si mulai menjabat sebagai bupati dan memimpin hingga 2024. Masa kepemimpinannya menandai fase modernisasi birokrasi dan peningkatan layanan publik.
Mulai 2025, Monadi resmi menjabat sebagai bupati Kerinci untuk periode 2025–2029, melanjutkan agenda pembangunan yang sudah dirintis oleh para pemimpin sebelumnya.
Deretan pemimpin Kabupaten Kerinci menggambarkan perjalanan panjang pemerintahan daerah sejak 1958. Setiap periode membawa warna dan kebijakan berbeda yang membentuk wajah Kerinci hingga saat ini. Dengan hadirnya pemimpin baru pada 2025, masyarakat berharap pembangunan dapat berjalan lebih agresif dan merata ke seluruh wilayah.(Dea)









