Sengketa Tapal Batas Dua Kabupaten Jambi Masuk Meja Kemendagri

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

KLIKINAJA – Pemerintah Provinsi Jambi tancap gas menyelesaikan konflik tapal batas antara Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Upaya ini dilakukan dengan membawa langsung pembahasan ke Kementerian Dalam Negeri agar persoalan yang sudah bertahun-tahun berlarut dapat di putuskan secara hukum.

Pemprov Bawa Sengketa Tapak Batas ke Kemendagri

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Pemprov Jambi, Luthfiah, menyampaikan bahwa agenda klarifikasi dan pembahasan lanjutan di jadwalkan berlangsung pada 9 Februari 2026 di Jakarta. Pemerintah provinsi memilih jalur pusat setelah berbagai pertemuan di tingkat daerah belum menghasilkan kesepakatan.

“Masalah batas ini sudah cukup lama berjalan tanpa titik temu. Karena belum ada kesepakatan di lapangan, maka kami bawa ke Kemendagri supaya ada keputusan yang memiliki kekuatan hukum,” tuturnya.

Wilayah yang di sengketakan bukan sekadar garis administrasi di peta. Kawasan tersebut di kenal menyimpan potensi besar minyak dan gas bumi. Di sepanjang batas yang di pisahkan oleh alur sungai alami itu, tercatat sekitar 24 titik sumur migas berada di antara Kecamatan Mendahara dan Kuala Batara.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Buka Beasiswa D3 Pengadaan, OPD Diminta Kirim Kandidat Terbaik

Menurut Luthfiah, kejelasan batas akan berdampak langsung pada proses teknis pengelolaan energi. Dengan wilayah yang sudah pasti, perhitungan cadangan migas dalam satu hamparan reservoir bisa di lakukan lebih akurat dan terbuka, tanpa memicu tarik-menarik klaim.

“Harapannya persoalan ini bisa cepat selesai karena menyangkut hak bagi hasil dua daerah penghasil migas,” ujarnya.

Sengketa Batas Ini Bukan Isu Baru

Sengketa batas ini sejatinya bukan isu baru. Pemprov Jambi sempat mempertemukan tim teknis dari kedua kabupaten pada 2017 lalu. Saat itu, berbagai dokumen historis hingga peta wilayah di kaji bersama, namun belum cukup kuat untuk menghasilkan kesepakatan final.

Baca Juga :  30 Kode Redeem FF 13 Desember 2025 Resmi, Silakan Klaim

Berlarutnya konflik batas wilayah kerap menimbulkan dampak lanjutan, mulai dari tumpang tindih pelayanan publik, kebingungan administrasi kependudukan, hingga potensi konflik sosial di tingkat desa. Dalam konteks wilayah kaya sumber daya seperti Tanjabtim dan Tanjabbar, persoalan ini bahkan menyentuh aspek ekonomi bernilai besar.

Pemerintah pusat biasanya menggunakan kombinasi data historis, peta RBI, hingga survei lapangan untuk memutuskan batas wilayah secara resmi. Putusan Kemendagri nantinya akan menjadi dasar hukum yang mengikat, sekaligus rujukan bagi tata kelola pemerintahan dan pembagian potensi daerah.

Dengan langkah eskalasi ke tingkat nasional, Pemprov Jambi berharap konflik tapal batas ini segera berakhir. Kejelasan wilayah di yakini bukan hanya menciptakan ketertiban administrasi, tetapi juga membuka ruang pengelolaan sumber daya alam yang lebih adil dan transparan bagi kedua kabupaten.(Tim)

Berita Terkait

Seleksi Sekolah Rakyat Jambi Diperketat, 2.645 Anak Rebut 1.080 Kursi
Bupati Sarolangun Hurmin Sentil Kepala OPD yang Enggan Hadapi Tekanan Anggaran
Awal 2028, Kerinci Gelar Pilkades Serentak Terbesar
ASN Kerinci Wajib Absen di Pasar Bedug Selama Ramadhan, Ada Apa?
DLH Sungai Penuh Intensifkan Kebersihan Pasar Ramadhan Malam Hari
Stok Obat RSUD Raden Mattaher Jambi Dipastikan Aman Selama Ramadan dan Lebaran
Datang Ramai-Ramai ke Jakarta, Ini Misi Besar Al Haris untuk Warga Jambi
Gangguan Bank Jambi, BPKAD Sarolangun Pastikan Kas Daerah Tetap Aman
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:00 WIB

Seleksi Sekolah Rakyat Jambi Diperketat, 2.645 Anak Rebut 1.080 Kursi

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:00 WIB

Bupati Sarolangun Hurmin Sentil Kepala OPD yang Enggan Hadapi Tekanan Anggaran

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:00 WIB

Awal 2028, Kerinci Gelar Pilkades Serentak Terbesar

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:02 WIB

ASN Kerinci Wajib Absen di Pasar Bedug Selama Ramadhan, Ada Apa?

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:00 WIB

Stok Obat RSUD Raden Mattaher Jambi Dipastikan Aman Selama Ramadan dan Lebaran

Berita Terbaru

Daerah

Awal 2028, Kerinci Gelar Pilkades Serentak Terbesar

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:00 WIB

Uncategorized

Cara Membuat Link WhatsApp Otomatis dengan Pesan Tanpa Aplikasi

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:00 WIB