KLIKINAJA – Fenomena alam berupa sinkhole kembali mengundang kekhawatiran warga setelah sebuah lubang besar muncul di areal persawahan Jorong Tepi, Kenagarian Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.
Lubang yang pertama kali terpantau pada Minggu (4/1/2026) itu kini di penuhi air berwarna kebiruan, lalu meluap dan mengalir ke petak sawah di sekelilingnya.
Pantauan hingga Senin (5/1/2026) menunjukkan debit air dari dasar lubang masih terus keluar. Aliran tersebut perlahan membasahi lahan pertanian warga, memicu keresahan petani yang khawatir tanaman padi terdampak kualitas air maupun potensi longsoran susulan. Warna air yang tampak biru kehijauan menjadi perhatian tersendiri karena kontras dengan tanah sawah di sekitarnya.
Secara ukuran, sinkhole itu di laporkan belum berubah. Diameter lubang di perkirakan sekitar 10 meter dengan kedalaman mendekati 20 meter. Meski tampak stabil, kondisi tanah di sekelilingnya masih rapuh.
Aparat kepolisian bersama BPBD setempat memilih bersikap hati-hati dengan membatasi akses warga ke titik kejadian.
Air Biru Terus Keluar, Sawah Terancam
Air yang memenuhi sinkhole tidak hanya menggenang, tetapi juga mengalir keluar mengikuti kontur sawah. Sejumlah petani menyebut aliran tersebut belum surut sejak kemunculan awal.
Kekhawatiran utama bukan sekadar genangan, melainkan kemungkinan perubahan struktur tanah di bawah sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Untuk mengantisipasi risiko, garis pengaman tetap di pasang mengelilingi lokasi. Petugas rutin melakukan pemantauan visual guna memastikan tidak terjadi pelebaran lubang. Warga di minta menjauh karena getaran kecil atau beban berlebih berpotensi memicu runtuhan lanjutan.
Dugaan Geologi dan Langkah Mitigasi
Seorang ahli geologi yang di mintai keterangan menilai kemunculan sinkhole ini berkaitan erat dengan karakter geologi setempat. Wilayah tersebut di kenal memiliki lapisan batuan karst atau batu kapur yang mudah larut oleh air.
Proses pelarutan yang berlangsung lama dapat membentuk rongga di bawah permukaan tanah. Ketika rongga membesar dan tak lagi mampu menahan beban di atasnya, runtuhan pun terjadi.
Keberadaan air biru di duga berasal dari aliran sungai bawah tanah yang baru terbuka ke permukaan. Kondisi ini menandakan sistem bawah tanah masih aktif, sehingga potensi perubahan ukuran lubang tetap ada.
Karena itu, pemetaan alur sungai bawah tanah di sarankan sebagai langkah awal mitigasi, terutama untuk memastikan tidak ada jalur rongga yang melintas ke area permukiman.
Pemerintah daerah bersama aparat teknis tengah menyiapkan kajian lanjutan guna menentukan penanganan jangka menengah. Sementara itu, warga di imbau menahan aktivitas di sekitar lokasi dan melaporkan setiap perubahan visual sekecil apa pun. Keselamatan menjadi prioritas, sembari menunggu hasil kajian geologi yang lebih menyeluruh.(Tim)









