Suku Anak Dalam Klarifikasi Isu Anak Mirip Kenzie yang Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumenggung Jon, warga Suku Anak Dalam Jambi (tengah) memberikan penjelasan soal anak yang disebut-sebut mirip dengan Kenzie. Foto: Dok. Istimewa

Tumenggung Jon, warga Suku Anak Dalam Jambi (tengah) memberikan penjelasan soal anak yang disebut-sebut mirip dengan Kenzie. Foto: Dok. Istimewa

KLIKINAJA – Suku Anak Dalam di Jambi memberikan penjelasan setelah beredar kabar mengenai dua anak yang disebut menyerupai Muhammad Kenzie Alfarezzi, bocah yang hilang di Kabupaten Bungo pada 2022. Klarifikasi disampaikan langsung setelah aparat kepolisian dan dinas sosial turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Kabar mengenai kemunculan anak mirip Kenzie sempat menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian publik. Namun, komunitas Suku Anak Dalam menegaskan tidak ada keterkaitan dengan kasus hilangnya bocah itu.

Kronologi Klarifikasi dari Suku Anak Dalam

Penelusuran dilakukan di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi, pada Kamis (13/11). Kehadiran aparat bertujuan memastikan identitas dua anak yang beredar dalam unggahan warganet. Di lokasi, para pemimpin adat Suku Anak Dalam menghadirkan langsung kedua bocah tersebut.

Tumenggung Sikar, salah satu tokoh adat, menyampaikan bahwa anak-anak yang disangka mirip Kenzie bernama Bimo dan Kinan. Ia menegaskan bahwa keduanya adalah cucunya serta berasal dari keluarga yang jelas dan tinggal di komunitas itu sejak lahir.

Menurut dia, Bimo merupakan anak dari pasangan Bujang Abang dan Lisa Gerik, sedangkan Kinan adalah putra Bujang Kecik dan Dewi Atus. Usia keduanya jauh berbeda dengan Kenzie yang kini seharusnya sudah berumur sekitar enam tahun.

Baca Juga :  20 Bangunan Terbakar di Kota Jambi Awal 2026, Dua Tewas

“Cucu saya Bimo dan Kinan itu disamakan dengan anak yang hilang di Bungo. Padahal yang hilang dulu usianya dua tahun. Sekarang harusnya enam tahun. Bagaimana bisa disamakan dengan cucu saya yang baru berusia dua tahun? Itu yang memicu keributan kemarin,” ujar Tumenggung Sikar.

Resah dengan Konten yang Menyesatkan

Penjelasan serupa disampaikan Tumenggung Jon, tokoh adat lain di Merangin. Ia mengaku resah dengan berbagai unggahan di media sosial yang menurutnya tidak akurat dan berpotensi menimbulkan stigma negatif kepada Suku Anak Dalam.

Ia menilai, informasi yang tidak diverifikasi terlebih dahulu dapat menimbulkan kesalahpahaman luas di masyarakat. Karena itu, ia meminta publik lebih berhati-hati saat mengonsumsi maupun membagikan konten yang menyangkut komunitas adat.

“Kalau kontennya akurat, kami tidak mempermasalahkan. Tapi kalau tidak benar, itu justru membawa masalah baru,” katanya. Ia juga menegaskan tidak segan menempuh jalur hukum jika masih ada pihak yang menyebarkan informasi palsu terkait komunitas mereka.

Tumenggung Jon menambahkan bahwa viralnya foto atau video anak-anak SAD yang dikaitkan dengan Kenzie tanpa dasar yang jelas dapat merugikan keluarga maupun komunitas adat. “Kalau memang mirip, jangan langsung diviralkan. Telusuri dulu, jangan menuduh. Saya tegaskan, yang memviralkan lagi akan saya tuntut,” ujarnya.

Baca Juga :  Honorer Kini Punya Peluang Jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Syarat dan Aturannya

Kasus Hilangnya Kenzie Masih Misteri

Seperti diketahui, Muhammad Kenzie Alfarezzi hilang pada 1 September 2022 di Dusun Danau, Kabupaten Bungo, Jambi. Bocah tersebut lenyap tanpa jejak ketika bermain di depan rumahnya. Pencarian panjang telah dilakukan oleh keluarga dibantu aparat, namun hingga tiga tahun berlalu, keberadaan Kenzie belum juga ditemukan.

Kasus ini kembali mencuat setelah warganet mengunggah foto anak-anak Suku Anak Dalam yang dianggap memiliki kemiripan fisik dengan Kenzie. Meski demikian, klarifikasi terbaru dari tokoh adat dan verifikasi langsung dari aparat memastikan bahwa dugaan tersebut tidak benar.

Klarifikasi dari Suku Anak Dalam sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di media sosial. Mereka berharap publik tidak mudah terpancing isu, terutama yang tidak disertai bukti kuat. Di sisi lain, keluarga Kenzie masih menantikan kejelasan keberadaan putra mereka, sementara aparat terus membuka peluang penyelidikan bila ada informasi baru yang valid.(Tim)

Berita Terkait

BGN Hentikan 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Terkendala Standar Gizi
BMKG Ungkap Awal Musim Kemarau 2026, Sejumlah Wilayah Lebih Dulu Kering
Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Pangkas Perjalanan Dinas
Aturan Medsos Anak Berlaku, TikTok Siap Nonaktifkan Akun Remaja
Rupiah Melemah ke Rp16.979, Dampak Konflik AS-Iran Meningkat
Tiket Pesawat Berpotensi Naik 15 Persen, Pemerintah Masih Mengkaji
Batas Lapor SPT 2026 Diperpanjang hingga 30 April
Lonjakan Kebutuhan, Pertamina Tambah 23 Juta LPG 3 Kg
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 11:00 WIB

BGN Hentikan 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Terkendala Standar Gizi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:27 WIB

BMKG Ungkap Awal Musim Kemarau 2026, Sejumlah Wilayah Lebih Dulu Kering

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:00 WIB

Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Pangkas Perjalanan Dinas

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:00 WIB

Aturan Medsos Anak Berlaku, TikTok Siap Nonaktifkan Akun Remaja

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:17 WIB

Rupiah Melemah ke Rp16.979, Dampak Konflik AS-Iran Meningkat

Berita Terbaru

Bisnis

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp3 Juta

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB

Bisnis

Link DANA Kaget Hari Ini, Cara Klaim Saldo Gratis Cepat

Kamis, 2 Apr 2026 - 11:00 WIB